Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sejak Kemerdekaan, Tak Ada Lagi Pembangunan di "Desa Hilang" Sendi

Zen Arivin , Jurnalis-Jum'at, 12 Mei 2017 |16:36 WIB
Sejak Kemerdekaan, Tak Ada Lagi Pembangunan di
Kawasan Desa Sendi, Desa yang "Hilang" di Mojokerto (foto: Zen Arivin/Okezone)
A
A
A

Dari persoalan itu, akhirnya Supardi dan warga dibantu petugas dari PPLH Seloliman, untuk membangun kembali PLTA Mini namun dengan desain dan perlengkapan moderen. Hingga akhirnya, berkat bantuan salah satu dosen Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), ia mendapat bantuan anggaran dari sebuah lembaga di Jerman.

"Ketika itu dapat bantuan sebesar Rp360 juta. Saya tidak mau karena SDM saya rendah, tidak pengalaman menerima uang sebanyak itu. Maka itu saya pasrahkan ke PPLH Seloliman Trawas. Difasilitasi PPLH uang itu dibelikan mesin ke Bandung 2006, dan baru jadi akhir 2008," jelasnya.

(foto: Zen Arivin/Okezone)

Sementara, untuk menunjang pendidikan anak-anak yang tinggal di Kawasan Sendi, mereka harus belajar ke Desa Pacet, yang berjarak sekitar 5 kilometer dari daerah itu. Sebab, di tempat itu hanya ada lembaga pendidikan non formal, yakni TPQ. Itupun baru didirikan secara swakelola oleh warga sekira tahun 2009.

Seyogyanya, sejak tahun 2000, ia sudah membawa persoalan hilangnya Kawasan Sendi ini ke Pemkab Mojokerto. Kala itu, dihadapan para wakil rakyat dan segenap Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah), Supardi membeberkan berbagai bukti penguat bahwa Sendi merupakan sebuah desa di wilayah Kabupaten Mojokerto yang hilang.

"Surat pengajuan kami sampaikan tahun 2000. Hingga terbentuklah Pansus Dewan yang menanganai persoalan Sendi. Kemudian keluarlah rekomendasi, tanah Desa Sendiri harus dikembalikan kepada masyarakat. Rinciannya 11,5 hektare untuk desa, 68,5 hektare untuk ladang pertanian, 86 hektare untuk hutan pertanian dan konservasi masyarakat. Rekomendasi itu tahun 2008," bebernya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement