"Saat era pemerintahannya, beliau sudah mengenal dan bertemu dengan Soekarno. Jadi benih-benih perlawanan dengan tentara Belanda itu memang begitu kuat. Bahkan beberapa sanak keluarga sepat diungsikan ke luar Mojokerto. Ada yang ke Madiun, seperti ayah saya," imbuhnya.
Namun, Heri mengaku, belum bisa memastikan apakah Kawasan Sendi dahulunnya merupakan sebuah desa yang lengkap dengan sistem pemerintahan. Ia mengaku belum menemukan dokumen atau arsip yang menunjukkan Kawasan Sendi merupakan sebuah desa yang diakuai Pemerintah Kabupaten Mojokerto kala itu.
"Bukan tidak ada, tapi saya belum menemukan. Karena arsip-arsip peninggalan kakek itu banyak yang tersebar. Kami masih berupaya untuk mencarinya. Namun, kalau itu sebagai basis pertahanan dan persembunyian tentara republik, memang benar, sesuai dengan yang diceritakan orangtua saya," tandasnya.
(Fiddy Anggriawan )