Bayi tikus hidup
Di China, ada sebuah kuliner yang terkenal lezat menggunakan daging bayi tikus dalam pengolahannya. Sebelum disajikan, bayi tikus akan ditusukkan pada sebuah tusuk sate, lalu dicelupkan ke dalam minyak mendidih untuk menghilangkan rasa amisnya.
Makanan ini pertama kali ditemukan pada 1949 di kawasan Guangdong, China Selatan, dengan sebutan "San Zhi Er". Jika diartikan ke dalam Bahasa Indonesia, San Zhi Er berarti 'tiga cicitan'. Pasalnya, ketika Anda menyantap makanan ini, akan terdengar bunyi cicitan bayi tikus yang khas.
Bayi ikan loach direbus hidup-hidup
Jepang memiliki sebuah makanan tradisional yang mereka beri nama Dojo tofu. Makanan ini juga sering dikenal dengan sebutan tahu neraka.
Untuk membuat hidangan ini, mereka akan merebus air di dalam panci hingga mendidih. Lalu memasukkan tofu yang sudah diiris kotak-kotak, dan diikuti oleh sejumlah bayi ikan loach yang masih hidup. Cara ini bertujuan agar daging ikan dapat menyatu dengan potongan tofu yang telah melebur.