USAI merayakan Galungan, umat Hindu di Bali akan berbenah menyambut hari Raya Kuningan. Jika Galungan dijadikan ajang saling bermaafan seperti Idul Fitri, sedangkan Kuningan merupakan ritual keagamaan umat Hindu untuk mengucap syukur kepada Sang Hyang Widhi Wasa.
Perayaan Galungan dikatakan sebagai kemenangan dharma (kebaikan) terhadap adharma (keburukan). Sedangkan Kuningan adalah momen untuk mengucap syukur dan memohon keselamatan kepada Tuhan.
General Manager Tanah Lot, I Ketut Toya Adnyana menuturkan bahwa, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan perayaan Kuningan di Tanah Lot. Di mana puluhan ribu umat Hindu akan tumpah ruah di pura agung tersebut.
"10 hari lagi kita akan bersiap melakukan Kuningan, nanti akan digelar tiga hari berturut-turut di Tanah Lot," ungkap Toya kepada Okezone saat ditemui di Tanah Lot, Tabanan, Kamis (8/9/2016).
Pihaknya menambahkan perbedaan Galungan dan Kuningan bukan hanya ritualnya saja. Pada Hari Raya Galungan seluruh umat Hindu akan berkurban hewan menurut ada istiadatnya di masing-masing wilayah untuk sesaji para leluhur. Sedangkan Kuningan identik dengan nasi kuning sebagai sesajen pada saat melakukan persembahyangan.