SETIAP 6 bulan sekali, umat Hindu di Bali berkumpul bersama keluarga untuk merayakan kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kejahatan).
Hari Raya ini jatuh setiap 210 hari berdasarkan penanggalan sistem kalendar Bali Saka. Sebelumnya, Hari Raya Galungan jatuh pada 10 Februari lalu, jadi hari raya berikutnya akan dijadwalkan pada 5 April 2017 mendatang.
Seperti dilansir CoconutsBali, Rabu (6/9/2016), masyarakat awam mungkin bertanya-tanya, sebetulnya apa makna dari batang bambu yang didekorasi sedemikian rupa menggunakan daun kelapa, dan kemudian di letakkan di depan rumah dan gedung-gedung lainnya.
Benda tersebut dinamakan penjor. Penjor adalah simbol dari gunung. Umat Hindu di Bali meyakini bahwa tempat yang tinggi seperti gunung adalah rumah Tuhan/Hyang Widhi.
Meskipun bukan hari libur nasional, wisatawan dapat merasakan suasana Galungan yang sangat kental di Bali. Pasalnya, banyak upacara-upacara keagamaan yang dilakukan berbagai tempat untuk memperingati hari raya ini.
Selain itu, dari tanggal 6 hingga 8 September, seluruh aktivitas pekerjaan dan sekolah diliburkan oleh pemerintah daerah setempat. Sehingga, semua keluarga Hindu di Bali dapat pergi ke pura untuk berdoa dan menghabiskan waktu bersama-sama dengan keluarga besarnya.
Setelah Hari Raya Galungan, sepuluh hari kemudian, umat Hindu di Bali akan memperingati Hari Raya Kuningan, sebagai penanda berakhirnya Galungan.
(Vien Dimyati)