"Kalau galungan ada yang pakai babi, sapi atau kerbau. Kalau kami di sini pakai babi di desa Beraban ini. Kalau Kuningan itu identik dengan nasi kuning makanya disebut Kuningan, tapi kami di sini enggak juga pakai nasi kuning, bebas saja menurut adatnya masing-masing wilayah," tambahnya.
Menurutnya, perayaan Galungan dan Kuningan di Bali memiliki keragaman sesuai dengan wilayahnya. Namun, dari segi makna dan ritual semua sama.
"Sesuai dengan adat istiadatnya mereka masing-masing. Setiap tempat berbeda-beda," tandasnya.
(Renny Sundayani)