Sate kere adalah tempe yang direndam dalam bumbu bacem kemudian ditusukkan pada lidi atau sebilah kayu. Layaknya sate pada umumnya, sate kere pun dibakar di atas bara api dan dinikmati bersama guyuran sambal kacang manis pedas. Makanan ini lahir dari kreatifitas masyarakat miskin di Kota Solo pada zaman dulu untuk menciptakan makanan lezat versi mereka.
Lahirnya sate kere dikarenakan tentu saja daging dianggap makanan mewah. Orang kere atau miskin tak sanggup membeli daging karena harganya yang mahal.
"Dulunya sate daging dianggap makanan mewah yang hanya disantap kalangan menengah ke atas. Akhirnya masyarakat miskin atau 'kere' membuat versi sate lain dengan menggunakan tempe atau jeroan," papar Dito, salah satu pekerja dari gerai sate kere Yu Rebi di Solo.
Warung Yu Rebi yang membuka cabang di Gladak Langen Bogan (Galabo) bisa dikatakan warung sate kere yang legendaris. Yu Rebi membuka usahanya sate kere sudah sejak 1986 di Jalan Kebangkitan Nasional.