Biasanya bu kulah dibuat oleh warga di rumahnya masing-masing kemudian disumbangkan secara sukarela ke masjid atau meunasah, tempat digelarnya kenduri maulid. Selain bu kulah, warga juga menyumbang aneka lauk pauk yang ditutup sangee (tudung saji) kemudian dibungkus kain warna warni.
Bagi masyarakat Aceh kenduri Maulid Nabi tanpa bu kulah, rasanya tidak lengkap.
"Mulod tanpa bu kulah sama dengan kenduri biasa, enggak ada yang khas," kata Zulkifli, warga Gampong Blang Usi, Kecamatan Ulim, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh disela menikmati sebungkus bu kulah saat kenduri maulid di rumahnya, Minggu (17/1/2016).
Jadi, bila anda ingin menikmati kuliner ini secara khas, datanglah ke Aceh pada Rabiul Awal, bulan yang penuh dengan perayaan tradisi maulid di berbagai daerah di bumi Serambi Mekkah.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.