Dr Saifi mengatakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengakui Sistem Unani Kedokteran sebagai obat alternatif. Cina juga telah mempraktekkan bekam setidaknya sejak 3.000 tahun yang lalu. Di Barat juga, semakin banyak orang yang beralih ke pengobatan komplementer ini.
Praktisi lain mengatakan bahwa penelitian menunjukkan bahwa bekam membantu mengobati hipertensi, sakit punggung, migrain, dan varises. Pelebaran pembuluh darah setelahnya juga akan membantu aliran darah dan memberi efek penyembuhan positif pada masalah seperti bahu kaku.
Namun, hijamah tidak dianjurkan pada mereka yang lemah, berusia lanjut, anak-anak, atau orang-orang yang mengalami demam atau kanker.
"Yang harus dipastikan lagi adalah pengobatan ini harus dipastikan keamanan dan kehigienisannya," katanya, mencatat bahwa kondisi higienis tertentu harus dipenuhi seperti menggunakan cangkir bekam hanya sekali.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.