Tak hanya berpengaruh terhadap lemak perut, kurang tidur juga dikaitkan dengan perubahan komposisi tubuh selama program penurunan berat badan.
Dokter Adam menjelaskan, penelitian lain menunjukkan bahwa orang yang mengalami pembatasan waktu tidur cenderung kehilangan lebih sedikit massa lemak. Sebaliknya, massa otot yang hilang justru lebih banyak.
Kondisi ini tentu perlu diperhatikan, terutama bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan dengan tetap mempertahankan massa otot. Sebab, angka timbangan yang turun belum tentu menggambarkan bahwa penurunan tersebut berasal dari lemak tubuh.
Karena itu, dr. Adam mengingatkan agar tidur dan istirahat tidak diabaikan selama menjalani program penurunan berat badan. Mengatur pola makan dan aktivitas fisik tetap penting, tetapi keduanya perlu diimbangi dengan waktu tidur yang memadai.
“Jadi, untuk kalian yang sedang berusaha menurunkan berat badan, termasuk massa lemak, coba deh lebih diperhatikan tidur dan istirahatnya!” tulisnya.
(Agustina Wulandari )