Advertisement
Advertisement

Kasus Kandungan Stevia Tak Sesuai Label, Apakah Berbahaya bagi Tubuh?

Djanti Virantika , Jurnalis-Kamis, 05 November 2026 |19:05 WIB
Kasus Kandungan Stevia Tak Sesuai Label, Apakah Berbahaya bagi Tubuh?
Kasus Kandungan Stevia Tak Sesuai Label. (Foto: Ilustrasi AI)
A
A
A

PRODUK pemanis stevia tengah menjadi perhatian setelah muncul dugaan adanya ketidaksesuaian antara kandungan produk dan informasi yang tercantum pada label kemasan. Produk yang dikenal sebagai alternatif pengganti gula tersebut diduga mengandung tambahan pemanis buatan, seperti sukralosa dan neotam, yang tidak dicantumkan dalam komposisi.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat, terutama bagi konsumen yang memilih stevia karena ingin mengurangi konsumsi gula atau memiliki diabetes. Pasalnya, tidak semua produk stevia memiliki komposisi yang sama.

Ada produk yang menggunakan ekstrak tanaman stevia sebagai pemanis utama. Namun, ada pula yang mengombinasikannya dengan bahan tambahan atau filling untuk menghasilkan rasa manis dan karakteristik produk tertentu.

Sebenarnya, sukralosa dan neotam sendiri merupakan pemanis buatan yang penggunaannya telah diizinkan dalam pangan sesuai ketentuan keamanan yang berlaku. Namun, apabila benar terdapat kandungan yang tidak dicantumkan pada label, persoalan transparansi informasi kepada konsumen menjadi hal yang perlu diperhatikan.

Lantas, apakah mengonsumsi produk stevia yang mengandung tambahan pemanis tersebut berbahaya bagi tubuh? Bagaimana dampaknya terhadap gula darah?

1. Mengenal Perbedaan Stevia Murni dan Stevia Campuran

Stevia merupakan pemanis yang berasal dari tanaman Stevia rebaudiana. Tanaman ini mengandung senyawa glikosida steviol yang memberikan rasa manis dengan jumlah kalori yang sangat rendah.

Karena tingkat kemanisannya jauh lebih tinggi dibandingkan gula pasir, stevia banyak digunakan sebagai alternatif pemanis bagi orang yang ingin mengurangi asupan gula. Namun, produk stevia yang dijual di pasaran tidak selalu terdiri dari ekstrak stevia murni. Beberapa produk dapat menggunakan campuran bahan lain, termasuk pemanis buatan dan bahan pengisi atau filling.

Dua jenis pemanis buatan yang menjadi perhatian dalam kasus ini adalah sukralosa dan neotam. Sukralosa merupakan pemanis intensitas tinggi yang memiliki tingkat kemanisan sekitar 600 kali dibandingkan gula pasir. Sementara itu, neotam merupakan pemanis dengan tingkat kemanisan yang jauh lebih tinggi, sehingga penggunaannya hanya membutuhkan jumlah sangat kecil.

Keduanya memiliki karakteristik berbeda dari glikosida steviol yang berasal dari tanaman stevia. Oleh karena itu, konsumen perlu memahami bahwa produk dengan nama stevia belum tentu hanya mengandung ekstrak tanaman stevia. Daftar komposisi pada kemasan menjadi informasi penting untuk mengetahui bahan yang digunakan.

2. Apakah Kandungan Tambahan pada Stevia Berbahaya?

dr. Amadea Hasian, Sp.GK yang merupakan Spesialis Gizi Klinik dalam acara Morning Zone yang tayang di Youtube Okezone mengatakan keberadaan sukralosa dan neotam dalam produk pemanis tidak otomatis membuat produk tersebut berbahaya.

Kedua bahan tersebut telah melalui evaluasi keamanan dan diizinkan penggunaannya sebagai bahan tambahan pangan sesuai ketentuan serta batas penggunaan yang berlaku. Artinya, selama digunakan sesuai kategori pangan dan batas aman yang ditetapkan, pemanis tersebut tidak otomatis menyebabkan gangguan metabolisme atau penyakit tertentu.

Namun, persoalan berbeda muncul apabila kandungan produk tidak sesuai dengan informasi yang tercantum pada label. Transparansi komposisi merupakan hal penting karena setiap konsumen memiliki kebutuhan yang berbeda. Ada orang yang memilih stevia murni karena ingin menghindari pemanis buatan, sementara konsumen lain mungkin tidak mempermasalahkan penggunaan pemanis campuran.

Jika informasi kandungan tidak disampaikan secara lengkap, konsumen berpotensi salah memahami produk yang dikonsumsi. Hal ini menjadi semakin penting bagi orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, termasuk penderita diabetes yang harus memperhatikan asupan karbohidrat dan mengontrol gula darah.

“Kalau kita lagi mengonsumsi alternatif pemanis, kita kan harus lihat kandungan produknya. Ada yang ditambah filling seperti sukralosa dan neotam. Sebenarnya itu masuk alternatif pemanis buatan yang sudah di-acc oleh BPOM. Sebenarnya kesalahannya hanya karena tidak dicantumkan di labelnya,” ujar dr. Amadea.

“Kalau ditanya itu bahaya atau tidak tentu seharusnya kan sebuah merek atau barang harus transparansi. Karena konsumen yang konsumsi kan perhatikan kandungannya. Jangan sampai selama ini kita konsumsi jadi salah, terutama bagi orang yang sakit diabetes yang menjaga karbohidrat dan gula darah,” lanjutnya.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement