Doktif menunjukkan dokumen hasil pengujian laboratorium yang mencatat kandungan energi sebesar 188,84 kilokalori per 100 gram sampel. Selain itu, terdapat kandungan karbohidrat mencapai 47,21 persen.
Temuan tersebut menjadi perhatian karena produk itu sebelumnya dipasarkan dengan klaim nol kalori atau zero calorie. Klaim tersebut juga menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat yang ingin mengurangi konsumsi gula maupun sedang menjalani program diet.
Tak hanya kandungan energi dan karbohidrat, Doktif juga menyoroti temuan dua jenis pemanis buatan dalam hasil pengujian tersebut, yakni sukralosa dan neotam.
Berdasarkan dokumen yang diperlihatkannya, kadar sukralosa tercatat sebesar 101.297,89 miligram per liter (mg/L), sedangkan neotam mencapai 5.280,99 mg/L.
Doktif mempertanyakan keberadaan kedua bahan tersebut karena, menurutnya, tidak tercantum dalam daftar komposisi pada kemasan produk.
(Agustina Wulandari )