Data Kemenkes Ungkap Baru 20,49 Persen Masyarakat Punya Akses ke Air Minum Layak Konsumsi

Khafid Mardiyansyah, Jurnalis
Senin 26 Oktober 2026 21:47 WIB
Ilustrasi
Share :

Kajian itu juga disebut mengaitkan gangguan kesehatan pencernaan dengan peningkatan risiko stunting hingga 4,14 kali lebih tinggi. Namun, angka tersebut perlu dipahami sesuai konteks penelitian yang dirujuk dan tidak dapat digeneralisasi sebagai risiko bagi setiap anak tanpa melihat karakteristik studi.

Akses air minum layak masih menjadi perhatian

Data Surveilans Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT) Kementerian Kesehatan pada 2023, menunjukkan akses masyarakat Indonesia terhadap air minum yang layak dikonsumsi baru mencapai 20,49 persen. Angka ini menyoroti pentingnya peningkatan akses sekaligus pemahaman masyarakat mengenai kualitas air minum.

Nutrition Design & Hydration Science Research and Innovation AQUA, dr. Tria Rosemiarti, Dipl in Nutrition, MKK, menjelaskan bahwa kualitas air minum tidak dapat dinilai hanya dari kejernihannya. Ada sejumlah faktor yang perlu diperhatikan, mulai dari sumber air, proses pengolahan, higienitas kemasan, pengujian kualitas, penyimpanan, hingga perlindungan produk sebelum dikonsumsi.

“Kita sering kali melihat air hanya dari kejernihannya. Padahal, ada banyak aspek lain yang perlu diperhatikan untuk memastikan kualitas air minum,” kata Tria.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya