JAKARTA – Kualitas dan higienitas air minum menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan keluarga, terutama anak-anak yang masih berada dalam masa pertumbuhan.
Kontaminasi mikrobiologis dan logam berat yang tidak terlihat secara kasatmata berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, termasuk masalah pencernaan yang dapat memengaruhi penyerapan nutrisi.
Dokter Spesialis Anak Mayapada Hospital Jakarta Timur, dr. Marlina Tanjung, Sp.A, Subsp. Neo (K), mengatakan pemenuhan kebutuhan hidrasi tidak cukup hanya dengan memastikan anak mengonsumsi air dalam jumlah yang memadai. Kebersihan dan higienitas air yang diminum juga perlu menjadi perhatian.
“Hidrasi bukan hanya soal cukup minum, tetapi juga memastikan air yang dikonsumsi bersih dan higienis. Air minum yang tidak terjaga higienitasnya dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan, yang pada anak dapat mengganggu asupan dan penyerapan nutrisi serta berdampak pada proses tumbuh kembang,” ujar Marlina dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/10/2026).
Risiko tersebut turut menjadi perhatian dalam kajian Safe Drinking Water and Its Impact on Children’s Growth and Development: A Systematic Review yang diterbitkan dalam International Journal of Environmental Research and Public Health. Kajian tersebut membahas hubungan kualitas air minum dengan kesehatan, asupan nutrisi, serta pertumbuhan dan perkembangan anak.