dr. Atika mengingatkan bahwa penanganan demam pada bayi tidak cukup hanya dengan kompres. Orangtua perlu memperhatikan kondisi umum anak, termasuk apakah bayi masih mau menyusu, terlihat aktif seperti biasanya, dan memberikan respons ketika diajak berinteraksi.
Obat penurun demam dapat dipertimbangkan jika diperlukan, tetapi pemberiannya harus disesuaikan dengan usia dan berat badan bayi serta petunjuk tenaga kesehatan. Jangan memberikan obat secara sembarangan, terutama kepada bayi berusia di bawah tiga bulan.
Perlu diketahui, demam merupakan gejala yang dapat disebabkan oleh berbagai kondisi. Karena itu, penanganannya perlu mempertimbangkan usia bayi, suhu tubuh, gejala penyerta, dan kemungkinan penyebabnya.
“Berikan obat penurun panas jika diperlukan sesuai anjuran tenaga kesehatan,” jelas dr. Atika.
Orangtua perlu segera mencari pertolongan medis jika bayi menunjukkan tanda bahaya. Di antaranya kesulitan bernapas, kejang, sulit dibangunkan, tidak mau menyusu, atau menunjukkan tanda dehidrasi.
Bayi berusia di bawah tiga bulan dengan suhu tubuh 38 derajat Celsius atau lebih harus segera mendapatkan pemeriksaan medis, meskipun tampak baik-baik saja. Pada bayi yang lebih besar, demam tinggi, kondisi yang semakin memburuk, atau demam yang disertai gejala mengkhawatirkan juga perlu dievaluasi oleh dokter.
(Djanti Virantika)