Bagi Wilde, keberhasilan tersebut bukan sekadar soal bertahan selama mungkin. Ia juga ingin membuktikan bahwa seseorang tetap bisa mencapai target fisik yang luar biasa meskipun sudah memasuki usia lanjut.
Menariknya, Wilde mulai rutin melakukan plank lebih dari satu dekade lalu setelah mengalami patah tulang pergelangan tangan.
Saat itu, ia masih bekerja sebagai guru sekolah. Meski tangannya harus dipasangi gips, ia menemukan bahwa latihan plank memungkinkannya tetap aktif sambil membaca materi pelajaran, memeriksa tugas murid, dan membaca surat elektronik.
Kebiasaan tersebut kemudian menjadi bagian dari rutinitas olahraganya. Seiring waktu, keluarganya mendorong Wilde untuk mencoba memecahkan rekor dunia.
Menjelang percobaan rekor pada 2024, ia menjalani latihan yang cukup intensif. Selain berlatih plank dalam durasi panjang, Wilde juga melakukan berbagai olahraga lain, seperti berlari, lompat tali, dan angkat beban.