JAKARTA - Makanan manis atau yang mengandung tinggi gula mungkin begitu memikat. Apalagi bagi orang yang gemar menyantap makanan manis. Namun, jika terlalu banyak mengonsuminya tentu saja bahaya bagi gula darah.
Ternyata tak hanya soal kesehatan, terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi gula juga bisa memengaruhi penampilan seseorang. Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Andrew Yoshi, menjelaskan bahwa pola makan tinggi gula berkaitan dengan proses glikasi yang dapat memengaruhi kondisi kulit.
Ia mengatakan, konsumsi makanan manis dan tinggi karbohidrat dalam jumlah berlebihan tak hanya perlu diwaspadai, karena berkaitan dengan masalah kesehatan seperti diabetes atau jerawat. Asupan gula yang tinggi juga dapat memengaruhi tampilan kulit dan persepsi terhadap daya tarik seseorang.
“Jadi penelitian ini membagi orang menjadi kelompok. Ada si kelompok A yang makanan tinggi gula, dan si kelompok B yang makanan rendah gula. Lalu, ada sekelompok penilai yang menilai melalui Facial Attractiveness Index, ya,” ucapnya lewat video di akun Instagramnya, dikutip Minggu (4/10/2026).
Ia menjelaskan, tim penilai tersebut tak tahu siapa yang makan apa. Nah, lalu dinilai bahwa orang-orang yang makan tinggi gula itu secara persepsi secara penampilan wajah kurang menarik dibanding orang yang makan yang rendah gula.
“Kenapa ini bisa terjadi? Karena kalau misalnya orang yang makan tinggi gula, itu terjadi suatu hal namanya glikasi,” tuturnya.
Dokter Andrew memaparkan, glikasi ini memengaruhi kolagen dan elastin di dalam kulit. Lalu yang kedua juga memengaruhi hormon-hormon tertentu yang mengakibatkan seseorang itu menjadi kurang menarik terhadap lawan jenisnya.
Bahkan, imbuhnya, kalau pada pria, konsumsi makanan tinggi gula dalam jumlah berlebihan disebut dalam penelitian berkaitan dengan persepsi terhadap maskulinitas. Menurutnya, sekarang ini makan tinggi gula itu bukan cuma bikin kamu tak sehat, tetapi juga bikin penampilan kamu kurang menarik.
Meski demikian, bukan berarti seseorang harus sepenuhnya menghindari makanan manis. Yang lebih penting adalah memperhatikan jumlah dan frekuensi konsumsinya serta menjaga pola makan tetap seimbang.
Dengan pola makan yang lebih seimbang, tubuh mendapatkan manfaat kesehatan sekaligus membantu mempertahankan kondisi kulit agar tetap sehat.
(Agustina Wulandari )