Cuma Punya Waktu Tidur 1-2 Jam vs Begadang Semalaman, Mana yang Lebih Baik?

Djanti Virantika, Jurnalis
Rabu 30 September 2026 22:05 WIB
Tidur. (Foto: Freepik)
Share :

PERNAH berada dalam situasi hanya memiliki waktu tidur satu atau dua jam sebelum harus kembali beraktivitas? Dalam kondisi seperti ini, sebagian orang mungkin memilih tetap terjaga.

Pasalnya, tidur sebentar kerap dinilai tidak akan banyak membantu. Padahal ternyata, jika harus memilih antara tidur selama satu hingga dua jam atau tidak tidur sama sekali, memberikan tubuh kesempatan untuk tidur tetap lebih baik daripada begadang semalaman.

Meski tidak ideal, tidur singkat dapat membantu mengurangi tekanan tidur. Selain itu, tidur singkat memberikan kesempatan bagi tubuh untuk menjalankan sebagian proses pemulihan.

1. Tidur 1-2 Jam Tetap Memberikan Manfaat

Dilansir dari Health Line, tidur berlangsung melalui beberapa tahap yang membentuk siklus. Dalam satu malam, seseorang biasanya melewati beberapa siklus tidur.

Satu siklus dapat berlangsung sekitar 70 hingga 120 menit. Karena itu, tidur sekitar 90 menit memungkinkan seseorang melewati satu siklus tidur secara relatif lengkap.

Tidur selama 1-2 jam memang belum cukup untuk memenuhi kebutuhan tidur orang dewasa. Namun, waktu tersebut tetap lebih baik dibandingkan memaksakan diri terjaga sepanjang malam.

Ketika seseorang terus terjaga, tekanan untuk tidur atau sleep pressure akan semakin meningkat. Tidur dapat membantu mengurangi tekanan tersebut sehingga rasa kantuk dan kelelahan dapat sedikit berkurang.

2. Bagaimana jika Memilih Begadang?

Tidak tidur sama sekali dapat membuat tubuh menghadapi tekanan tidur yang jauh lebih besar keesokan harinya. Kurang tidur dapat memengaruhi kemampuan berkonsentrasi, waktu reaksi, daya ingat, kemampuan mengambil keputusan, serta suasana hati.

Kondisi tersebut menjadi perhatian khusus jika seseorang harus mengemudi setelah begadang. Rasa kantuk dapat menurunkan kewaspadaan dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Sementara itu, kekurangan tidur yang terjadi secara terus-menerus juga dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan. Di antaranya, ada obesitas, diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, stroke, dan gangguan kesehatan mental.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya