Meski tidur sebentar lebih baik daripada tidak tidur, ada satu hal yang perlu diperhatikan, yakni sleep inertia atau rasa grogi setelah bangun. Seseorang dapat merasa pusing, lamban berpikir, mengantuk, atau sulit berkonsentrasi sesaat setelah terbangun. Kondisi ini dapat terjadi terutama jika seseorang terbangun ketika sedang berada dalam tahap tidur yang lebih dalam.
Karena itu, tidur singkat tidak otomatis membuat seseorang langsung merasa segar setelah bangun. Jika setelah bangun masih sangat mengantuk, sebaiknya hindari aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan tinggi, terutama mengemudi.
Tidur 1-2 jam hanya dapat menjadi pilihan dalam kondisi tertentu ketika waktu yang tersedia memang sangat terbatas. Untuk penggunaan sehari-hari, orang dewasa tetap membutuhkan setidaknya tujuh jam tidur setiap malam. Tidur satu atau dua jam tidak dapat menggantikan kebutuhan tersebut.
Jika seseorang terus-menerus hanya memiliki waktu tidur beberapa jam, masalah tersebut perlu diperhatikan. Kurang tidur kronis dapat memberikan dampak yang lebih serius terhadap kesehatan dibandingkan kurang tidur sesekali.
(Djanti Virantika)