Studi: Cuaca Panas Bikin Orang Emosian dan Sulit Tidur

Niko Prayoga , Jurnalis
Minggu 27 September 2026 13:05 WIB
Ilustrasi cuaca panas. (Foto: dok Magnific)
Share :

JAKARTA - Fenomena cuaca panas yang kerap melanda belakangan ini ternyata tidak hanya berdampak pada kenyamanan fisik, tetapi juga secara langsung mempengaruhi kondisi emosional masyarakat. 

Praktisi Bisnis Lingkungan, Bang Sap dalam unggahan video di akun Instagramnya membeberkan alasan ilmiah di balik fenomena mengapa suhu udara yang terik bisa membuat seseorang jauh lebih gampang emosi dan emosional.

Ia menepis anggapan umum yang menilai sifat gampang marah semata-mata dipicu oleh karakter personal seseorang. Menurutnya, ada peran faktor iklim yang seringkali luput dari perhatian.

"Suhu udara yang panas ternyata bikin orang jadi gampang emosi. Kita sering menganggap marah, bete, atau gampang tersinggung itu murni soal karakter seseorang, kan? Padahal tanpa kita sadari, ternyata kondisi emosional kita dipengaruhi oleh kondisi iklim," kata Bang Sap, dikutip Minggu (27/9/2026).

Meski demikian, ia menegaskan bahwa cuaca panas bukan pemantik otomatis yang serta-merta membuat setiap individu langsung mengamuk. Pemicu utamanya terletak pada rasa tidak nyaman pada tubuh yang ditimbulkan oleh suhu ekstrem tersebut. Saat suhu udara melonjak, tubuh dipaksa bekerja ekstra keras untuk menjaga stabilitas suhu internal.

Proses adaptasi ini memicu munculnya keringat berlebih, rasa lelah yang datang lebih cepat, hingga penurunan daya konsentrasi. Rentetan ketidaknyamanan fisik inilah yang pada akhirnya menekan ketahanan emosional seseorang.

"Udara panas nggak otomatis bikin semua orang jadi mudah marah. Tapi suhu panas bisa membuat tubuh kita merasa tidak nyaman, dan ketidaknyamanan itulah yang bisa mendorong emosi negatif,” kata Bang Sap.

Saat kepanasan, imbuhnya, tubuh seseorang harus bekerja lebih keras untuk menjaga suhu tubuh agar tetap stabil. Makanya, seseorang jadi berkeringat, cepat lelah, konsentrasi menurun, dan rasa tidak nyaman pun menjadi naik.

Cuaca Panas Berdampak pada Kesehatan Mental

Dampak dari cuaca panas juga merembet hingga malam hari, merusak kualitas tidur yang sejatinya menjadi momen krusial untuk pemulihan energi fisik dan mental. Bang Sap kemudian membeberkan hasil temuan riset kesehatan internasional yang menunjukkan korelasi kuat antara lonjakan suhu dan kesehatan jiwa.

"Kalau malamnya juga panas, kualitas tidur kita pun jadi ikut terganggu. Pada studi JAMA Psychiatry yang dilakukan di Amerika menemukan adanya kaitan antara kunjungan IGD di beberapa sampel rumah sakit. Ternyata pada hari panas ekstrem terjadi peningkatan kunjungan dengan keluhan berkaitan dengan gangguan kesehatan mental," kata Bang Sap.

Fenomena ini rupanya sangat berkaitan erat dengan dinamika kehidupan masyarakat di Indonesia. Terdapat perbedaan kontras antara pola perilaku warga yang menetap di wilayah pegunungan yang sejuk dengan masyarakat kawasan pesisir.

"Relate enggak sih sama kondisi di Indonesia? Warga yang hidup di dataran tinggi dengan cuaca yang lebih dingin, justru orang-orangnya lebih kalem, tenang, dan stabil secara emosi dibandingkan dengan masyarakat yang hidup di daerah pesisir," ungkapnya.

Perlu Area Terbuka Hijau

Menanggapi realita tersebut, Bang Sap menggarisbawahi pentingnya tata ruang dan keberadaan ruang terbuka hijau (RTH) di area perkotaan. Ia menilai area hijau dan tata bangunan bukan lagi sekadar elemen dekoratif kota, melainkan kebutuhan mendasar bagi kesehatan jiwa publik.

"Makanya, kota yang teduh, ruang yang hijau, bangunan dengan ventilasi baik, dan tempat kerja yang nyaman bukan cuma soal urusan estetika. Itu bagian dari infrastruktur kesehatan dan mental," tutur Bang Sap.

Sebagai penutup, ia mengingatkan bahwa tingkat emosional masyarakat suatu daerah juga bisa menjadi cermin dari kondisi kelestarian lingkungan sekitarnya. "Jadi, kalau ada suatu negara yang orang-orangnya gampang tersinggung, bisa jadi karena alamnya banyak yang rusak dan suhunya jadi makin panas," ucapnya.

(Agustina Wulandari )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya