Kembang kol termasuk sayuran rendah kalori yang kaya serat. Sayuran ini juga memiliki kandungan air sekitar 72 persen per 100 gram.
Kandungan serat dan air tersebut bisa memperlambat pengosongan lambung, sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama. Tekstur kembang kol yang perlu dikunyah lebih banyak juga mampu memberikan sinyal kenyang ke otak.
Kembang kol dapat dikonsumsi sebelum makan utama. Cara memasaknya pun cukup sederhana, misalnya dengan dikukus agar kandungan nutrisinya tetap terjaga.
Minyak MCT atau medium-chain triglyceride juga disebut bisa meningkatkan rasa kenyang sekaligus menjaga energi tetap stabil. Jenis lemak ini lebih cepat diserap dan diolah tubuh menjadi energi. Kondisi tersebut tentunya bisa menunda rasa lapar.
Menurut The Standard, sejumlah penelitian menemukan bahwa menambahkan minyak MCT ke dalam sarapan dapat mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsi saat makan siang. Efeknya bahkan dilaporkan dapat bertahan hingga 48 jam.
Meski begitu, konsumsi minyak MCT sebaiknya dimulai dalam jumlah kecil. Misalnya, satu sendok teh terlebih dahulu, kemudian jumlahnya dapat ditingkatkan secara bertahap. Hal ini untuk mengurangi risiko gangguan pencernaan.