MEMILIKI beberapa pasang sepatu ternyata bukan hanya soal gaya. Kebiasaan berganti sepatu juga disebut dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk membantu menjaga kesehatan kaki.
Dengan begitu, penting bagi orang memiliki lebih dari 1 pasang sepatu. Lantas, apakah anggapan itu benar fakta atau hanya mitos semata?
Dilansir dari Healthy Line, mengganti sepatu berarti tidak menggunakan pasangan sepatu yang sama setiap hari secara terus-menerus benar bisa membuat kali lebih sehat. Kebiasaan ini dapat bermanfaat bagi pelari dan atlet, orang yang banyak menghabiskan waktu dengan berdiri atau berjalan, hingga mereka yang memiliki kondisi tertentu yang memengaruhi kesehatan kaki.
Lantas, mengapa harus mengganti sepatu setiap hari? Kaki menerima tekanan yang berbeda tergantung jenis dan desain sepatu yang digunakan. Menggunakan beberapa pasang sepatu dengan desain yang sedikit berbeda dapat membuat pola tekanan pada kaki, pergelangan kaki, dan tungkai berubah.
Dengan begitu, tubuh tidak terus-menerus menerima beban pada titik yang sama. Sejumlah penelitian pada pelari menemukan bahwa penggunaan beberapa jenis sepatu dikaitkan dengan risiko cedera yang lebih rendah dibandingkan hanya menggunakan satu jenis sepatu.
Pergantian sepatu dapat mengurangi tekanan berulang yang berpotensi berkontribusi terhadap cedera akibat penggunaan berlebihan. Di antaranya, nyeri tulang kering, cedera akibat stres pada tulang, atau masalah pada tendon Achilles.
Namun, rotasi sepatu bukan berarti dapat menjamin seseorang terbebas dari cedera. Faktor lain seperti teknik olahraga, intensitas latihan, kondisi fisik, permukaan tempat berlari, dan pemilihan sepatu yang sesuai juga berperan.
Setiap sepatu memiliki karakteristik berbeda. Ada sepatu dengan bantalan lebih tebal, sol lebih fleksibel, atau tingkat stabilitas yang berbeda.
Ketika seseorang berganti sepatu, cara kaki dan tungkai berinteraksi dengan permukaan juga dapat sedikit berubah. Hal tersebut dapat memberikan variasi beban pada otot dan persendian.
Bagi orang yang aktif berolahraga, variasi ini dapat menjadi salah satu bagian dari strategi. Hal ini bisa menghindari beban berulang pada struktur tubuh yang sama.
Selain itu, mengganti sepatu setiap hari juga dapat membantu menjaga kondisi sepatu. Sepatu yang digunakan seharian dapat menyerap keringat dan kelembapan. Jika langsung digunakan kembali keesokan harinya tanpa diberi waktu untuk mengering, kelembapan dapat bertahan lebih lama di dalam sepatu.
Memberikan waktu istirahat bagi sepatu memungkinkan materialnya mengering sebelum digunakan kembali. Selain itu, bantalan pada bagian tengah sol atau midsole juga dapat mengalami tekanan selama digunakan. Memberikan waktu bagi sepatu untuk beristirahat dapat membantu material bantalan kembali mendekati bentuk semula.
Karena itu, memiliki dua atau lebih pasang sepatu yang digunakan bergantian dapat membantu memperpanjang masa pemakaian masing-masing pasangan. Kamu bisa punya alasan membeli sepatu lebih banyak.
Kaki menghasilkan keringat, terutama ketika seseorang berjalan jauh, berolahraga, atau menggunakan sepatu dalam waktu lama. Sepatu yang lembap menjadi lingkungan yang kurang ideal untuk kesehatan kaki.
Kelembapan yang terus terperangkap dapat mendukung pertumbuhan mikroorganisme tertentu. Salah satunya jamur yang dapat menyebabkan kutu air atau athlete's foot.
Dengan merotasi sepatu, setiap pasangan memiliki waktu lebih banyak untuk mengering sebelum digunakan kembali. Meski demikian, kebersihan kaki, penggunaan kaus kaki yang bersih, serta menjaga sepatu tetap kering tetap menjadi bagian penting untuk mencegah infeksi jamur.
Namun yang perlu diingat, rotasi sepatu bukan berarti seseorang harus memiliki banyak sepatu. Yang lebih penting adalah memiliki beberapa pilihan alas kaki yang sesuai dengan aktivitas dan kondisi kaki. Sepatu untuk berlari, berjalan santai, bekerja, atau aktivitas tertentu dapat memiliki kebutuhan desain yang berbeda.
Pemilihan sepatu sebaiknya memperhatikan ukuran yang tepat, kenyamanan, bentuk kaki, serta aktivitas yang dilakukan. Jika sepatu justru menyebabkan nyeri, lecet, mati rasa, atau tekanan pada bagian tertentu kaki, sebaiknya tidak dipaksakan.
(Djanti Virantika)