Influenza Meningkat, Dokter Beri Tips Tetap Sehat di Tengah Mobilitas Tinggi dan Padatnya Kendaraan Umum

Djanti Virantika, Jurnalis
Sabtu 26 September 2026 15:05 WIB
Tips jaga kesehatan. (Foto: Freepik)
Share :

MENGGUNAKAN kendaraan umum setiap hari membuat setiap orang harus lebih memperhatikan kebersihan dan kesehatan. Utamanya ketika mobilitas tinggi dan kasus infeksi saluran pernapasan sedang meningkat.

Dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang aktif di perhimpunan-perhimpunan IDI sekaligus Wakil Sekjend Perhimpunan Dokter Alergi Imunologi Indonesia (Wasekjend Peralmuni), Dr. dr. Fery Rahman, MKM, dalam acara Morning Zone di Youtube Okezone pun membagikan tips jaga kesehatan di tengah mobilitas tinggi dan padatnya kendaraan umum.

Kendaraan umum merupakan salah satu tempat dengan kepadatan orang yang cukup tinggi. Dalam kondisi seperti ini, masker dapat menjadi salah satu langkah untuk mengurangi paparan droplet dan partikel pernapasan.

Namun, penggunaan masker juga perlu dilakukan dengan benar. Masker sekali pakai sebaiknya tidak digunakan berulang kali. Masker juga sebaiknya diganti apabila sudah basah, kotor, atau terkena cairan pernapasan, termasuk setelah digunakan ketika bersin.

Setelah sampai di rumah, masker sekali pakai sebaiknya langsung dibuang dengan benar dan tidak disimpan kembali di dalam tas untuk digunakan pada hari berikutnya. Ini jadi hal yang penting dilakukan.

“Ada dua hal yang wajib dibawa bapak ibu yang suka berkendaraan. Yang pertama gunakan masker. Masker itu sekali buang. Begitu sampai rumah buang, jangan ditaruh di tas besok pakai lagi,” ujar dr. Ferry.

“Misalkan kita bersin di dalam masker, itu diganti maskernya. Bukan habis bersin dihirup lagi itu kuman-kuman masuk lagi. Ganti masker,” lanjutnya.

2. Jangan Lupakan Kebersihan Tangan

Selain masker, dr. Ferry menyebut hand sanitizer juga dapat menjadi perlengkapan praktis ketika seseorang berada di luar rumah dan tidak memiliki akses langsung ke air mengalir dan sabun. Orang-orang yang menggunakan transportasi umum dapat menyentuh berbagai permukaan yang digunakan bersama-sama, seperti pegangan tangan, pintu, atau tiang di kendaraan.

Karena itu, kebersihan tangan perlu diperhatikan, terutama sebelum makan dan setelah menyentuh permukaan di tempat umum. Sesampainya di kantor atau rumah, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir juga dapat dilakukan.

Kebiasaan mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer bukan hanya relevan ketika terjadi wabah penyakit tertentu. Kebiasaan tersebut merupakan bagian dari perilaku hidup bersih yang dapat diterapkan sehari-hari.

“Yang kedua selalu bawa hand sanitizer. Dulu zaman Covid, cari hand sanitizer itu susah sekali carinya. Jangankan itu, masuk ke mana harus cuci tangan dan ukur suhu,” ujar dr. Ferry.

“Kalau sudah sampai kantor, cuci tangan karena kita tidak tahu baru pegang besi yang mana mengandung virus. Virusnya bertahan di situ,” lanjutnya.

 

3. Tidur Cukup, Jangan Biasakan Begadang

Selain perlindungan dari paparan virus, menjaga kondisi tubuh juga tidak kalah penting. Salah satu hal yang sering diabaikan adalah tidur.

Pekerja dengan mobilitas tinggi terkadang mengorbankan waktu tidur karena tuntutan pekerjaan atau aktivitas lainnya. dr. Ferry mengingatkan pentingnya memberikan waktu yang cukup bagi tubuh untuk beristirahat.

Orang dewasa umumnya membutuhkan sekitar 7 jam atau lebih waktu tidur setiap malam, meskipun kebutuhan tidur dapat berbeda pada setiap individu. Tidur yang cukup membantu menjaga fungsi tubuh, termasuk fungsi sistem kekebalan tubuh.

“Tidur yang cukup, enggak ada ceritanya begadang itu sehat, itu enggak ada. Namanya seorang dokter nyuruh istirahat,” tutur dr. Ferry.

“Cukup tidur itu 7 jam, itu bagus ideal. Mari kita komitmen terhadap diri kita. Tidur yang cukup karena kan tubuh perlu istirahat juga,” sambungnya.

4. Perhatikan Asupan Makanan

Menjaga daya tahan tubuh juga tidak cukup hanya dengan mengandalkan vitamin atau suplemen. Pola makan dengan gizi seimbang tetap menjadi dasar.

dr. Ferry mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mengandalkan makanan tinggi karbohidrat atau makanan instan, tetapi juga memastikan kebutuhan protein dan sayuran terpenuhi. Telur, ikan, daging, serta sumber protein lainnya dapat menjadi bagian dari pola makan bergizi seimbang.

Konsumsi sayuran dan buah juga penting untuk memenuhi kebutuhan berbagai vitamin, mineral, serat, dan zat gizi lainnya. Tidak perlu berlebihan. Yang lebih penting adalah memastikan makanan sehari-hari beragam dan memenuhi kebutuhan gizi.

“Gizi itu banyak protein. Bukan karbo, bukan makan mie. Sudah makan telur belum, sudah makan daging belum, sudah makan ikan belum, sudah makan sayur belum,” ucap dr. Ferry.

5. Hindari Asap Rokok

Hal lain yang tidak kalah penting adalah mengurangi paparan asap rokok. Bagi masyarakat yang tidak merokok, berada di lingkungan dengan asap rokok berarti ikut terpapar asap tembakau.

Karena itu, apabila berada di tempat yang penuh asap rokok, sebaiknya menjauh atau mencari area yang lebih bebas asap. Paparan asap rokok dapat mengganggu kesehatan saluran pernapasan dan menjadi perhatian khusus bagi orang yang memang ingin menjaga kesehatan paru-paru.

“Sebisa mungkin jangan terpapar asap rokok. Kalau ada asap rokok menjauh dulu. Jangan ada asap rokok malah mendekat, itu malah kita jadi perokok pasif,” tutupnya.

(Djanti Virantika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya