Influenza Meningkat, Dokter Beri Tips Tetap Sehat di Tengah Mobilitas Tinggi dan Padatnya Kendaraan Umum

Djanti Virantika, Jurnalis
Sabtu 26 September 2026 15:05 WIB
Tips jaga kesehatan. (Foto: Freepik)
Share :

3. Tidur Cukup, Jangan Biasakan Begadang

Selain perlindungan dari paparan virus, menjaga kondisi tubuh juga tidak kalah penting. Salah satu hal yang sering diabaikan adalah tidur.

Pekerja dengan mobilitas tinggi terkadang mengorbankan waktu tidur karena tuntutan pekerjaan atau aktivitas lainnya. dr. Ferry mengingatkan pentingnya memberikan waktu yang cukup bagi tubuh untuk beristirahat.

Orang dewasa umumnya membutuhkan sekitar 7 jam atau lebih waktu tidur setiap malam, meskipun kebutuhan tidur dapat berbeda pada setiap individu. Tidur yang cukup membantu menjaga fungsi tubuh, termasuk fungsi sistem kekebalan tubuh.

“Tidur yang cukup, enggak ada ceritanya begadang itu sehat, itu enggak ada. Namanya seorang dokter nyuruh istirahat,” tutur dr. Ferry.

“Cukup tidur itu 7 jam, itu bagus ideal. Mari kita komitmen terhadap diri kita. Tidur yang cukup karena kan tubuh perlu istirahat juga,” sambungnya.

4. Perhatikan Asupan Makanan

Menjaga daya tahan tubuh juga tidak cukup hanya dengan mengandalkan vitamin atau suplemen. Pola makan dengan gizi seimbang tetap menjadi dasar.

dr. Ferry mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mengandalkan makanan tinggi karbohidrat atau makanan instan, tetapi juga memastikan kebutuhan protein dan sayuran terpenuhi. Telur, ikan, daging, serta sumber protein lainnya dapat menjadi bagian dari pola makan bergizi seimbang.

Konsumsi sayuran dan buah juga penting untuk memenuhi kebutuhan berbagai vitamin, mineral, serat, dan zat gizi lainnya. Tidak perlu berlebihan. Yang lebih penting adalah memastikan makanan sehari-hari beragam dan memenuhi kebutuhan gizi.

“Gizi itu banyak protein. Bukan karbo, bukan makan mie. Sudah makan telur belum, sudah makan daging belum, sudah makan ikan belum, sudah makan sayur belum,” ucap dr. Ferry.

5. Hindari Asap Rokok

Hal lain yang tidak kalah penting adalah mengurangi paparan asap rokok. Bagi masyarakat yang tidak merokok, berada di lingkungan dengan asap rokok berarti ikut terpapar asap tembakau.

Karena itu, apabila berada di tempat yang penuh asap rokok, sebaiknya menjauh atau mencari area yang lebih bebas asap. Paparan asap rokok dapat mengganggu kesehatan saluran pernapasan dan menjadi perhatian khusus bagi orang yang memang ingin menjaga kesehatan paru-paru.

“Sebisa mungkin jangan terpapar asap rokok. Kalau ada asap rokok menjauh dulu. Jangan ada asap rokok malah mendekat, itu malah kita jadi perokok pasif,” tutupnya.

(Djanti Virantika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya