Profil dan Potret Pitchamon Opatniputh, Pebulu Tangkis Thailand yang Positif Doping di Asian Games 2026

Djanti Virantika, Jurnalis
Kamis 24 September 2026 14:05 WIB
Pitchamon Opatniputh. (Foto: Instagram/@pinkkk_opat)
Share :

NAMA pebulu tangkis Thailand, Pitchamon Opatniputh, menjadi sorotan di Asian Games 2026 yang digelar di Aichi-Nagoya. Atlet yang akrab disapa Pink tersebut mendapat skors sementara setelah dinyatakan positif doping.

Sampel Pitchamon menunjukkan Adverse Analytical Finding (AAF) untuk zat terlarang furosemide. Temuan tersebut diumumkan International Testing Agency (ITA) pada 21 September 2026. Sampel Pitchamon diambil dalam pemeriksaan doping di luar kompetisi pada 17 September di Nagoya, Jepang.

Furosemide sendiri merupakan zat yang masuk daftar terlarang World Anti-Doping Agency (WADA) dalam kategori S5, yakni diuretik. Zat tersebut dilarang baik saat maupun di luar pertandingan.

1. Siapa Pitchamon Opatniputh?

Pitchamon Opatniputh merupakan pebulu tangkis putri Thailand yang lahir di Chiang Mai pada 4 Januari 2007. Bermain di nomor tunggal putri, Pink bukan pemain kidal karena bertanding menggunakan tangan kanan.

Pebulu tangkis yang memiliki nama panggilan Pink tersebut mulai menekuni bulu tangkis sejak usia muda. Kariernya kemudian berkembang dari level junior hingga mampu bersaing di turnamen senior internasional.

Salah satu pencapaian terbesarnya datang pada 2023 ketika Pitchamon menjadi juara dunia junior nomor tunggal putri. Ia mengalahkan wakil Indonesia, Chiara Marvella Handoyo, pada partai final Kejuaraan Dunia Junior BWF di Spokane, Amerika Serikat.

Gelar tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan karier Pitchamon sebelum beralih semakin serius ke level senior. Hingga kini, Pitchamon kerap dipercaya memperkuat tim nasional bulu tangkis Thailand.

2. Mulai Bersinar di Level Senior

Pitchamon mulai mengoleksi prestasi di turnamen senior sejak 2022. Ia tercatat meraih gelar Swedish Open, Denmark Masters, dan Bahrain International pada tahun tersebut.

Perkembangannya berlanjut pada kompetisi BWF World Tour. Pada 2025, Pitchamon menjadi runner-up Taipei Open dan kemudian menjuarai Baoji China Masters.

Memasuki 2026, performanya semakin mendapat perhatian. Ia berhasil mencapai final Indonesia Masters 2026, turnamen level Super 500. Dalam pertandingan final, Pitchamon menghadapi juara Olimpiade Chen Yufei dan kalah dalam dua gim, 21-23, 13-21.

Pitchamon kemudian kembali mencapai final Orleans Masters 2026. Dia berhadapan dengan mantan juara dunia Nozomi Okuhara.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya