Angelone menyarankan menggeser waktu makan malam secara perlahan. Misalnya, waktu makan terakhir dimajukan sekitar 15 menit setiap hari hingga akhirnya tercipta jeda sekitar tiga jam sebelum tidur.
Meski hasil penelitian menunjukkan hubungan antara waktu makan dan sejumlah indikator kesehatan kardiovaskular, penelitian tersebut masih memiliki keterbatasan. Jumlah peserta relatif kecil sehingga hasilnya belum tentu menggambarkan kondisi seluruh populasi.
Karena itu, menjaga kesehatan jantung tetap perlu dilakukan melalui berbagai kebiasaan sehat. Pola makan seimbang, aktivitas fisik teratur, tidur yang cukup, tidak merokok, serta menjaga tekanan darah, kolesterol, dan gula darah tetap terkontrol juga merupakan bagian penting dari gaya hidup sehat.
Membiasakan diri memberikan jeda antara makan malam dan waktu tidur dapat menjadi salah satu langkah yang dicoba secara bertahap. Namun, tidak perlu memaksakan diri jika kondisi tubuh atau kebutuhan kesehatan membuat seseorang membutuhkan asupan makanan pada malam hari.
Seperti halnya perubahan gaya hidup lainnya, konsistensi dalam jangka panjang lebih penting daripada menerapkan aturan secara sempurna setiap hari.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)