Ciri-Ciri Anak yang Kena Influenza A, Ini Gejalanya

Niko Prayoga , Jurnalis
Jum'at 18 September 2026 18:15 WIB
Ciri-Ciri Anak yang Kena Influenza A, Ini Gejalanya (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA - Anak yang mengalami demam tinggi secara tiba-tiba disertai batuk berat, nyeri otot, menggigil hingga tubuh terasa lemas perlu mendapat perhatian orang tua. Gejala tersebut dapat muncul pada infeksi influenza A yang belakangan menjadi perhatian.

Mengutip laman resmi Kementerian Kesehatan, influenza merupakan infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan, seperti hidung, tenggorokan, bahkan paru-paru. Meski beberapa gejalanya menyerupai flu biasa, influenza memiliki beberapa tipe, yakni A, B, dan C.

Influenza A dapat menyebabkan wabah flu musiman hingga pandemi global. Sementara itu, influenza B umumnya berkaitan dengan wabah musiman dan influenza C cenderung menimbulkan gejala yang lebih ringan serta jarang menyebabkan wabah.

Meski demikian, orang tua tetap perlu waspada karena influenza merupakan salah satu penyakit yang cukup umum menyerang anak, terutama ketika mulai muncul gejala yang lebih berat.

Saat ini, kasus influenza A pada anak juga menjadi perhatian. Dokter Spesialis Anak, dr. Ardi Santoso, melalui unggahan di akun Instagram-nya menjelaskan bahwa influenza A bukan sekadar flu atau pilek biasa. Penyakit tersebut dapat muncul secara mendadak dengan sejumlah gejala.

Beberapa di antaranya berupa demam tinggi, batuk yang cukup berat, sakit kepala, pegal dan nyeri otot, menggigil, lemas, sakit tenggorokan, serta hidung berair atau tersumbat.

“Pada anak kecil, muntah atau diare juga bisa terjadi. Tidak semua influenza harus demam, tetapi demam jauh lebih umum dibanding common cold,” tulis dr. Ardi, dikutip Jumat (18/9/2026).

Meski demikian, dr. Ardi menegaskan bahwa gejala saja tidak cukup untuk memastikan seseorang terinfeksi influenza A. Pemeriksaan, seperti PCR, diperlukan untuk memastikan penyebab infeksi karena gejalanya dapat menyerupai penyakit akibat virus pernapasan lainnya.

“Tapi ingat, gejala saja tidak selalu memastikan penyebabnya butuh PCR. Influenza dan virus pernapasan lain bisa sangat mirip,” tambah dia.

Influenza A Mudah Menular

Lebih lanjut, dr. Ardi menjelaskan bahwa influenza A dapat menular dari satu orang ke orang lain. Karena itu, ketika ada anggota keluarga atau pasien di rumah sakit yang terinfeksi, orang-orang di sekitarnya juga berpotensi tertular.

Penularan influenza A terjadi melalui partikel pernapasan ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Penularan bahkan dapat terjadi sebelum seseorang menyadari dirinya sedang sakit.

“Jadi tidak aneh bila satu anak sakit, lalu anggota keluarga lain menyusul,” cetus dr. Ardi.

Gejala Bisa Bertahan hingga Lebih dari Dua Minggu

Masa pemulihan influenza A umumnya berlangsung sekitar tiga hingga tujuh hari. Menurut dr. Ardi, sebagian besar kasus influenza tanpa komplikasi dapat sembuh dalam rentang waktu tersebut.

Namun, orang tua tidak perlu langsung khawatir apabila beberapa gejala masih tersisa setelah demam menghilang. Batuk dan rasa lelah dapat bertahan lebih lama pada sebagian pasien.

“Tapi jangan kaget kalau demam sudah hilang, sementara batuk dan lemas belum sepenuhnya hilang. Batuk & rasa lelah setelah influenza dapat bertahan lebih dari 2 minggu pada sebagian pasien. Masih batuk tidak otomatis berarti antibiotiknya kurang atau infeksinya belum sembuh,” jelas dia.

Waspadai Tanda Komplikasi

Influenza dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius apabila disertai komplikasi, salah satunya pneumonia. Karena itu, orang tua perlu mengetahui tanda-tanda yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Dr. Ardi menyebut beberapa tanda yang perlu diwaspadai, seperti anak mengalami sesak napas atau dada tertarik saat bernapas, bibir dan kulit tampak kebiruan, tanda dehidrasi, sulit dibangunkan, kejang, serta demam dan batuk yang sempat membaik tetapi kembali memburuk.

Untuk mengurangi risiko penularan, dr. Ardi menyarankan sejumlah langkah pencegahan. Di antaranya mengurangi kontak dekat dengan banyak orang, tetap berada di rumah atau tempat perawatan ketika sakit, mencuci tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, menggunakan masker, serta menjaga ventilasi dan kualitas udara di dalam ruangan.

“Jangan lupa vaksin influenza setiap tahun American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan untuk semua anak usia ≥6 bulan tanpa kontraindikasi. Influenza bukan sekadar batuk-pilek biasa. Kenali gejalanya, cegah penularannya, dan tahu kapan anak harus diperiksa,” pungkas dia.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya