Beberapa di antaranya berupa demam tinggi, batuk yang cukup berat, sakit kepala, pegal dan nyeri otot, menggigil, lemas, sakit tenggorokan, serta hidung berair atau tersumbat.
“Pada anak kecil, muntah atau diare juga bisa terjadi. Tidak semua influenza harus demam, tetapi demam jauh lebih umum dibanding common cold,” tulis dr. Ardi, dikutip Jumat (18/9/2026).
Meski demikian, dr. Ardi menegaskan bahwa gejala saja tidak cukup untuk memastikan seseorang terinfeksi influenza A. Pemeriksaan, seperti PCR, diperlukan untuk memastikan penyebab infeksi karena gejalanya dapat menyerupai penyakit akibat virus pernapasan lainnya.
“Tapi ingat, gejala saja tidak selalu memastikan penyebabnya butuh PCR. Influenza dan virus pernapasan lain bisa sangat mirip,” tambah dia.
Lebih lanjut, dr. Ardi menjelaskan bahwa influenza A dapat menular dari satu orang ke orang lain. Karena itu, ketika ada anggota keluarga atau pasien di rumah sakit yang terinfeksi, orang-orang di sekitarnya juga berpotensi tertular.