Dalam kesempatan tersebut, Caroline juga menekankan keunggulan jaringan Hyatt yang berfokus pada kualitas dan keberagaman segmen pasar. Meski jumlah propertinya di Indonesia terbilang boutique dibandingkan beberapa kompetitor, Hyatt menawarkan portofolio brand kelas atas yang tersebar di berbagai lokasi strategis.
“Properti kami di Indonesia mungkin berjumlah 13 hotel, tetapi seluruhnya berada di segmen premium dan luxury. Di Jakarta misalnya, ada Park Hyatt sebagai luxury brand utama, Keraton yang masuk dalam Unbound Collection by Hyatt, serta Grand Hyatt Jakarta,” kata Caroline.
Ia menambahkan, Hyatt juga memiliki lini lifestyle brand dan resort unggulan seperti Alila yang hadir di Bali dan Solo, Andaz Bali, Hyatt Regency yang mengusung konsep klasik, serta KLoé by JDV di Seminyak yang menonjolkan kearifan lokal di area destinasi favorit.
Penyelenggaraan Hyatt Fair 2026 dikemas secara efektif selama dua hari dengan agenda kegiatan yang padat dan komprehensif. Untuk hari pertama, acara dibuka dengan Welcome Dinner yang dilaksanakan di Kita Restaurant Park Hyatt Jakarta. Kemudian acara akan dilanjutkan pada hari kedua dengan gelaran table top atau B2B Meeting yang ditutup dengan farewell dinner.
“Acaranya berlangsung singkat selama dua hari. Rangkaian dimulai dengan welcome dinner hari ini, dilanjutkan dengan sesi table top (B2B meeting) dan farewell dinner pada hari kedua. Meski singkat, seluruh agenda dirancang secara efektif untuk memaksimalkan interaksi bisnis antar peserta,” tuturnya.
(Agustina Wulandari )