Kawasan Pasir Putih Desa Aikima dikelilingi bebatuan dan terletak di lereng bukit berumput hijau. Batu-batu karang yang menyembul di atas pasir menjadi bukti bahwa kawasan ini dulunya memang danau raksasa.
Suku Dani dikenal sebagai salah satu suku tertua yang menghuni Lembah Baliem. Mereka berhasil menjaga tradisi leluhur selama berabad-abad. Hingga sekarang, pola hidup Suku Dani masih kental dengan nilai budaya, kearifan lokal, serta filosofi hidup yang menyatu dengan alam dan menghargai warisan nenek moyang.
Masyarakat Suku Dani memanfaatkan alam secara bijak untuk menjaga keseimbangan ekosistem, sembari menjunjung tinggi kejujuran, kerja keras, dan kebersamaan. Sehari-hari, kaum pria menjadi petani tangguh yang menanam ubi jalar sebagai makanan pokok, sedangkan kaum wanita berperan penting mengurus keluarga dan perekonomian rumah tangga.
Daya tarik utama Lembah Baliem lainnya adalah rumah adat honai milik Suku Dani, Lani, dan Yali. Honai berbentuk bundar dengan atap jerami dan dinding kayu. Istilah "Honai" berasal dari bahasa Suku Dani, yaitu "Ho" yang berarti laki-laki dan "Nai" yang berarti rumah, sehingga Honai diartikan sebagai rumah khusus laki-laki.
Honai menjadi simbol kebersamaan, kehangatan, serta perlindungan dari cuaca dingin pegunungan yang suhunya bisa menyentuh 10–15 °C saat malam hari. Pada 2016, Honai resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.