ASI Belum Banyak di Hari Pertama, Apakah Bayi Perlu Susu Tambahan?

Djanti Virantika, Jurnalis
Sabtu 08 Agustus 2026 16:05 WIB
Air susu ibu. (Foto: Freepik)
Share :

2. Melihat Kondisi Bayi

Jika bayi lahir cukup bulan, sehat, bugar, dan dapat menyusu dengan baik, ibu dapat terus memberikan ASI sambil menunggu produksinya meningkat dalam dua hingga tiga hari pertama. Namun, apabila bayi lahir prematur, sakit, harus menjalani perawatan, atau terdapat kondisi medis tertentu yang membuat pemberian ASI eksklusif belum memungkinkan, dokter dapat merekomendasikan pemberian asupan tambahan sesuai kebutuhan bayi.

Begitu pula jika kondisi ibu belum memungkinkan untuk memberikan ASI secara optimal. Pemberian bantuan asupan dapat dipertimbangkan berdasarkan penilaian tenaga medis.

Dengan demikian, orangtua tidak perlu merasa bersalah atau khawatir dianggap gagal memberikan ASI eksklusif ketika kondisi medis memang membutuhkan penanganan khusus.

“Namun kondisinya memang kita tidak bisa pukul rata ya, kadang ada bayi yang lahirnya premature nah itu pasti cadangan lemaknya berbeda juga dengan bayi mature. Atau ada juga memang kondisinya bayinya saat lahir sakit sesak napas seperti itu. Jadi kita tidak boleh pukul rata, oh ini 3 hari pertama puasa, tidak bisa,” ujar dr. Mutiara.

“Kalau memang memungkinkan, bayinya sehat bugar lalu disusui, menunggu 2-3 hari susu mamanya keluar tidak apa-apa. Tapi, kalau bayinya mungkin sakit, dirawat, premature, kita tidak bisa mempertahankan juga,” lanjutnya.

“Jadi misal dari orangtuanya atau kondisi medisnya belum mumpuni untuk memberikan ASI eksklusif, jadi bisa dibantu. Jadi kita tidak boleh menjudge anak itu jadi tidak asi eksklusif,” tutup dr. Mutiara.

(Djanti Virantika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya