Mitos! Ketindihan saat Tidur Bukan karena Hantu, Ini Penjelasan Ilmiah dari Dokter

Niko Prayoga , Jurnalis
Sabtu 08 Agustus 2026 21:05 WIB
Ketindihan saat tidur. (Foto: Freepik)
Share :

3. Cara Atasi Erep-Erep

Untuk mengatasi situasi ini tanpa rasa panik berlebih, dr. Cecep membagikan panduan praktis yang dapat diterapkan saat sleep paralysis terjadi. Langkah pertama adalah memanfaatkan anggota tubuh yang tidak mengalami kelumpuhan sementara, seperti organ mata dan jari-jari kaki.

dr. Cecep menekankan agar masyarakat tidak melawan kondisi kaku tersebut secara kasar atau memaksa seluruh badan bergerak sekaligus. Pasalnya, tindakan tersebut justru memperpanjang durasi ketindihan.

"Solusi lengkap, pas lagi kejadian gerakin mata dulu, terus goyang jari kaki pelan-pelan. Dari survei ribuan orang yang ngalamin, goyang jari kaki dilaporin berhasil sekitar 64 persen, sementara yang maksa gerak sekuat tenaga cuma sekitar 30 persen. Jadi makin dilawan, makin susah lepasnya," beber dr. Cecep.

Selain gerakan mikro, mengontrol pola napas juga menjadi kunci utama yang sangat efektif untuk mengembalikan kendali kesadaran secara penuh.

"Napas jangan diabaikan. Fokus ke napas malah jadi strategi dengan rating keberhasilan paling tinggi (sekitar 62 persen), tapi justru paling jarang kepikiran orang," ungkap dia.

Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, dr. Cecep menyarankan perbaikan pada higiene tidur (sleep hygiene) serta penyesuaian posisi tidur guna meminimalkan risiko terulangnya fenomena ini di kemudian hari.

"Coba tidur miring, jangan telentang. Ini yang paling banyak dilaporin ngebantu buat nyegah. Tidur teratur, jangan sampe kurang tidur. Ketindihan makin sering muncul kalau jam tidur kita berantakan," pungkas dr. Cecep.

(Djanti Virantika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya