Tak hanya unggul dalam urusan pangkas lemak, aktivitas fisik di pagi hari juga berdampak langsung pada parameter kesehatan kardiovaskular. Dalam periode 12 minggu, orang yang berolahraga pagi mencatatkan penurunan kadar kolesterol total dan trigliserida darah yang signifikan. Hal ini berbanding terbalik dengan kelompok malam hari.
"Orang yang berolahraga di malam hari tidak mengalami penurunan kadar kolesterol total dan trigliserida darah yang signifikan di penelitian ini," tutur dr. Adam.
Aspek kesehatan lain yang tak kalah krusial adalah kualitas istirahat. Aktivitas fisik di awal hari terbukti membantu menyelaraskan jam biologis tubuh, sehingga seseorang bisa tidur lebih nyenyak di malam hari.
"Manfaat ketiga dari olahraga di pagi hari berdasarkan jurnal ilmiah terbaru ini adalah memperbaiki kualitas tidur dengan memperbaiki siklus tidur-bangun dan ritme keluarnya melatonin di tubuh yang berperan dalam kualitas tidur," pungkas dia.
(Djanti Virantika)