JAKARTA – Dokter sekaligus edukator kesehatan, dr. Tirta Mandira Hudhi, mengumumkan akan mengurangi aktivitas di media sosial dan menghentikan sementara (hiatus) penggunaan beberapa platform miliknya. Keputusan tersebut diambil agar ia dapat lebih fokus pada kehidupan pribadi, pendidikan, serta pekerjaan di dunia nyata.
Pengumuman tersebut disampaikan dr. Tirta melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya. Dalam video itu, ia menjelaskan bahwa mulai membatasi waktu penggunaan media sosial setiap hari.
“Jadi kemarin saya membuat sebuah sharing bahwa saya memutuskan mengurangi aktivitas media sosial. Di Instagram screen time-nya mentok cuma 1,5 jam, di TikTok cuma satu jam. Ya sisanya buat follow up, jadi dua jam per hari,” kata dr. Tirta.
Selain mengurangi durasi penggunaan media sosial, ia juga memutuskan hiatus dari akun Threads dan X yang selama ini kerap digunakannya untuk berbagi edukasi kesehatan. Sementara itu, pengelolaan akun Facebook dan YouTube akan diserahkan kepada tim admin.
“Dan saya hiatus atau menonaktifkan akun Threads, dan hiatus dari X. Sama untuk Facebook dan YouTube dikasih admin. Tapi sebenarnya sharing itu tujuannya supaya kalau ada brand, klien, atau teman-teman yang interaksi itu enggak kaget atau terus-terusan reply,” ujarnya.
Dr. Tirta kemudian membeberkan empat alasan di balik keputusannya mengurangi aktivitas di media sosial. Alasan pertama adalah keinginannya mencari ketenangan batin (inner peace), sekaligus lebih fokus pada diri sendiri, keluarga, dan orang-orang terdekat.
Ia mengatakan penjelasan tersebut juga untuk menjawab berbagai spekulasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, keputusan itu tidak berkaitan dengan isu pembungkaman, kondisi mental, maupun rumor lain yang sempat ramai diperbincangkan, termasuk yang dikaitkan dengan klub sepak bola Liverpool.
“Jadi alasan pertama adalah karena ingin mencari inner peace. Jadi otak saya tuh terlalu ramai dan saya pengin kontemplasi diri. Karena usia ini sudah 35, jadi pengin fokus untuk diri sendiri, keluarga, dan rekan terdekat,” beber dr. Tirta.
Alasan kedua adalah fokus melanjutkan pendidikan. Meski demikian, ia tidak mengungkapkan secara rinci jenjang maupun bidang studi yang sedang ditempuhnya.
“Yang nomor dua, jelas sekolah. Jadi saya sudah berjanji pada diri saya sendiri, saya ingin sekolah. Jadi tiap dua tahun sekali tuh harus sekolah. Nah, sekolahnya apa kalian enggak perlu tahu, yang penting saya sekolah. Jadi harus fokus untuk belajar ilmu lagi,” tambahnya.
Alasan ketiga adalah agar lebih fokus bekerja. Ia mengaku selama ini terlalu banyak menghabiskan waktu di media sosial sehingga mengurangi produktivitasnya.
“Yang ketiga, jelas biar fokus untuk bekerja di dunia nyata. Saya merasa waktu yang saya habiskan di media sosial itu bisa lima sampai enam jam per hari, dan itu terasa cepat. Setelah saya mengurangi waktu di medsos, saya jadi lebih fokus dalam bekerja,” tuturnya.
Sementara alasan keempat adalah mengurangi perilaku impulsif akibat terlalu sering berinteraksi di media sosial. Menurutnya, aktivitas seperti melihat jumlah likes dan komentar dapat memicu pelepasan dopamin yang berpotensi menimbulkan kecanduan.
“Dan yang terakhir, jelas ya, untuk mengurangi rasa impulsif, gampang reply, karena menurut saya like dan comment itu dopamine booster. Dan itu nyandu, yang menurut saya sangat berbahaya. Jadi saya ingin berhenti dan mengurangi hal itu agar tidak dicontoh oleh anak-anak saya ke depannya,” lanjutnya.
Meski demikian, dr. Tirta menegaskan bahwa keputusannya tersebut merupakan pilihan pribadi. Ia tidak bermaksud mengajak ataupun melarang orang lain menggunakan media sosial.
“Kalau kalian ingin menikmati medsos ya itu pilihan kalian, enggak masalah. Itu hanya sebuah kabar, terserah kalian mau dengar atau enggak. Tapi saya sangat mengapresiasi teman-teman yang kemarin menghubungi saya lewat WhatsApp,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, dr. Tirta memastikan kondisinya dalam keadaan baik. Ia juga mengatakan masyarakat masih dapat menjumpainya beraktivitas seperti biasa, baik di tempat kerja maupun saat berolahraga.
“Tapi tenang, alhamdulillah saya baik-baik saja dan Anda masih bisa menemukan saya di sekitar toko, kantor, atau GBK, dan di sekitar Lapangan Pancasila UGM,” pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)