Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Dokter soal Permen dan Infus yang Turut Jadi Penyelamat Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

Djanti Virantika , Jurnalis-Jum'at, 15 Mei 2026 |19:05 WIB
Kisah Dokter soal Permen dan Infus yang Turut Jadi Penyelamat Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Timur
dr Iqbal El Mubarak. (Foto: Okezone)
A
A
A

KISAH dokter emergensi, dr. Muhammad Iqbal El Mubarak, SpB, yang membagikan cerita soal situasi dramatis dalam penyelamatan korban dalam peristiwa kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur menarik diulas. Sebab, permen dan infus turut jadi penyelamat korban dalam peristiwa tersebut.

Ya, kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin 27 April 2026 membuat situasi yang penuh kepanikan dan chaos. Korban kala itu mengalami trauma fisik maupun psikologis secara bersamaan.

Polisi Periksa 36 Saksi Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Ini Daftar Lengkapnya!

Di tengah kondisi darurat tersebut, tim medis tentu harus bergerak cepat mengambil keputusan yang tidak hanya menyelamatkan nyawa. Mereka juga harus menjaga stabilitas kondisi korban di lapangan.

1. Penyelamatan Heroik

dr. Iqbal diketahui turut membantu evakuasi korban kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur. Dalam acara Morning Zone di channel Youtube Okezone, dr. Iqbal berbagi cerita soal kondisi yang begitu dramatis dalam proses penyelamatan para korban kala itu.

dr. Iqbal menggambarkan bagaimana penanganan dilakukan secara cepat, adaptif, dan penuh pertimbangan manusiawi. Percakapan sederhana seperti menanyakan asal, kondisi, dan kronologi kejadian bukan hanya untuk menenangkan, tetapi juga untuk menilai kondisi medis secara langsung.

Dari respons korban, dr. Iqbal mengaku bisa mengetahui apakah kondisi mereka masih stabil atau mulai mengalami penurunan. Hal itu diketahui lewat cara bicara, fokus, hingga tingkat kesadaran.  

“Jadi memang kita ajak ngobrol (para korban yang masih hidup sewaktu evakuasi dilakukan). Kita ajak ngobrol lima-limanya saya tanya satu-satu, orang mana, asal dari mana, tadi dari mana, gitu kan. Kemudian kedua, saya juga sambil ngobrol, itu kan kita jadi tahu keadaan umumnya dia. Apa dia mulai ngantuk, dia masih stabil, atau dia mulai turun,” ujar dr Iqbal di acara Morning Zone.

2. Gula hingga Infus Turut Jadi Penyelamat

Lebih lanjut, dr. Iqbal bercerita bahwa gula dan infus turut jadi penyelamat para korban. Karena korban berada dalam kondisi panas, penuh tekanan, dan terjebak dalam waktu yang lama, risiko dehidrasi dan penurunan kondisi tubuh sangat tinggi.

Dalam situasi ini, permintaan air dilakukan dr. Iqbal secara langsung di lokasi agar korban tetap terhidrasi. Selain itu, beberapa korban diberikan permen. Langkah sederhana ini memiliki dua fungsi penting, yakni membantu menjaga kadar energi melalui asupan gula cepat, sekaligus memberikan efek psikologis yang menenangkan melalui aktivitas mengunyah dan rasa manis.

“Nah, jadi kan karena udah berjam-jam dengan udara panas, tentu kan dehidrasi ya. Jadi makanya sambil ngobrol, saya sambil minta juga air. Di sana kalau kita mau air teriak aja, ‘Air, air.’ Teriak semua tuh datang,” ujar dr. Iqbal.

“Terus untuk mempertahankan ngantuknya khawatir kan ini hipoglikemia, gula ini kurang kan, jadi saya minta permen. Datang permen, saya suapin satu-satu. ‘Bu makan permen ya, maaf ya saya suapin,’” lanjutnya.

“Jadi saya suapin. Paksa, gitu kan biar ada dia ngunyah. Ngunyah itu kan bagian dari psikologi juga dong. Psikologisnya jadi nyaman, ada rasa manis, hiburan lah, gitu kan. Jadi salah satu kita kasih (permen). Udah kita infus, kita lihat tadi nadinya tuh. Nadinya 160-180. Normalnya kan 60-100. Artinya kan dia shock. Dia mengalami shock kan. Tanda-tanda shock tuh sedang nampak. Jadi kita infus,” tutur dr. Iqbal.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement