JAKARTA – Semangka dan melon kerap menjadi pilihan buah untuk dinikmati saat cuaca panas. Meski sama-sama memiliki rasa manis, banyak penderita diabetes khawatir kandungan gula alami pada kedua buah tersebut dapat memicu lonjakan kadar gula darah. Lantas, mana yang lebih aman dikonsumsi?
Dikutip dari EatingWell, ahli gizi menjelaskan bahwa semangka maupun melon sama-sama merupakan pilihan buah yang sehat. Meski mengandung gula alami dan karbohidrat, keduanya memiliki kadar air yang tinggi serta beban glikemik (glycemic load) yang relatif rendah jika dikonsumsi dalam porsi yang wajar.
Artinya, kedua buah tersebut tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang signifikan. Melon memiliki sedikit keunggulan karena mengandung lebih banyak serat dibandingkan semangka.
Kandungan serat membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah sehingga dapat menjaga kadar gula darah tetap lebih stabil. Selain itu, melon juga kaya akan vitamin C yang berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh.
Di sisi lain, semangka unggul dari segi kandungan likopen, yaitu antioksidan yang memberikan warna merah pada buah dan dikaitkan dengan manfaat bagi kesehatan jantung serta metabolisme. Meskipun semangka memiliki indeks glikemik yang lebih tinggi, kandungan airnya yang mencapai sekitar 90 persen membuat beban glikemiknya tetap rendah.
Para ahli pun menyimpulkan bahwa tidak ada buah yang secara mutlak lebih baik di antara semangka dan melon bagi penderita diabetes. Yang terpenting adalah mengatur porsi konsumsi serta mengombinasikan buah dengan sumber protein, lemak sehat, atau serat agar kadar gula darah tetap lebih stabil.
Sebagai contoh, semangka atau melon dapat dinikmati bersama yogurt tanpa gula, keju cottage, atau segenggam kacang-kacangan. Kombinasi tersebut membantu memperlambat penyerapan gula sekaligus memberikan rasa kenyang lebih lama.
Para ahli juga mengingatkan masyarakat agar tidak menghindari buah utuh hanya karena mengandung gula alami. Buah utuh tetap menjadi bagian penting dari pola makan sehat dan bahkan dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2.
Yang perlu diperhatikan adalah memilih buah dalam bentuk utuh dibandingkan jus buah, karena kandungan seratnya tetap terjaga.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)