JAKARTA — Munculnya jerawat atau bruntusan di punggung kerap dikeluhkan oleh para penggiat gym yang rutin mengonsumsi susu whey protein. Kondisi ini pun memunculkan pertanyaan, apakah penyebabnya benar berasal dari suplemen protein, kurangnya menjaga kebersihan tubuh, atau justru gangguan pada kulit akibat infeksi bakteri?
Seiring meningkatnya tren gaya hidup sehat dan olahraga angkat beban (gym), konsumsi suplemen seperti whey protein juga semakin populer untuk membantu pembentukan massa otot. Namun, sebagian orang mengaku mengalami munculnya papul atau jerawat di area punggung setelah mengonsumsinya secara rutin.
Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika dr. Windy Keumala Budianti, Sp.DVE, Subsp.DAI, FINSDV, FAADV, menjelaskan persoalan tersebut dalam podcast bersama dokter sekaligus influencer kesehatan dr. Tirta Mandira Hudhi di kanal YouTube Tirta PengPengPeng.
Dalam podcast tersebut, dr. Windy mengatakan bahwa munculnya jerawat atau papul di punggung pada orang yang aktif berolahraga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari konsumsi protein tinggi hingga infeksi bakteri.
Menurutnya, pada sebagian kasus, kandungan protein yang tinggi dalam whey protein memang dapat berkaitan dengan munculnya papul di kulit. Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta merupakan reaksi alergi.
"Memang pada beberapa kasus, enggak semua sih, ada memang whey protein mungkin tergantung kandungannya juga. Itu ternyata juga mampu memicu ekskresi dari keringatnya itu menjadi papul karena kandungan protein yang tinggi. Tapi nggak selalu dibilang alergi sih," kata dr. Windy.
Ia juga menekankan pentingnya membedakan jerawat biasa dengan gangguan kulit lain, seperti folikulitis. Folikulitis merupakan peradangan pada folikel rambut yang umumnya dipicu oleh kebersihan kulit yang kurang terjaga atau terganggunya skin barrier sehingga bakteri lebih mudah berkembang.
Saat seseorang berolahraga, produksi keringat akan meningkat. Jika tubuh tidak segera dibersihkan, area punggung yang lembap dapat menjadi tempat ideal bagi bakteri untuk berkembang biak.
"Kalau higienitas kita tahu kalau papul aja sih mungkin biasa ya, bisa karena susu. Tapi kalau dia higien tuh biasa dihubungkan dengan folikulitis biasanya. Mirip-mirip sih kayak jerawat papul-papul gitu, tapi biasa kalau higien atau papul karena folikulitis bakteri biasanya," jelasnya.
Karena itu, dr. Windy mengingatkan agar munculnya bintik-bintik merah di punggung tidak langsung dianggap sebagai jerawat biasa. Penanganannya harus disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya.
"Iya, folikulitis. Tapi mirip-mirip ya, ada jerawat biasa, ada folikulitis, ada mungkin karena ekskresi karena susu, jadi macam-macam sih," pungkas dr. Windy.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)