JAKARTA – Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi sejak lahir. Selama enam bulan pertama kehidupan, ASI mampu memenuhi seluruh kebutuhan gizi bayi tanpa perlu tambahan makanan maupun minuman lain. Sebaliknya, bayi yang tidak mendapatkan ASI memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan gizi hingga berbagai masalah kesehatan.
ASI diproduksi secara alami oleh tubuh ibu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Kandungan gizi di dalamnya lengkap dan mudah dicerna, sehingga sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang bayi pada masa awal kehidupannya.
ASI eksklusif berarti bayi hanya diberikan ASI sejak lahir hingga berusia enam bulan, tanpa tambahan makanan atau minuman lain, termasuk air putih. Pengecualian hanya berlaku untuk obat-obatan atau vitamin yang diresepkan dalam bentuk sirup atau tetes.
Pada usia 0–6 bulan, kebutuhan cairan dan nutrisi bayi sudah dapat dipenuhi sepenuhnya melalui ASI.
Memberikan air putih atau cairan lain sebelum usia enam bulan justru tidak dianjurkan. Hal ini karena bayi akan lebih cepat merasa kenyang sehingga frekuensi menyusu berkurang. Akibatnya, produksi ASI dapat menurun. Selain itu, pemberian air putih pada bayi juga dapat meningkatkan risiko diare dan infeksi.