Agar kebutuhan nutrisi bayi tetap terpenuhi, ibu dianjurkan untuk:
- Memberikan ASI setiap kali bayi menunjukkan tanda lapar, bukan berdasarkan jadwal tertentu.
- Tidak memberikan air putih atau makanan tambahan sebelum bayi berusia enam bulan.
- Memantau pertumbuhan bayi secara rutin setiap bulan.
- Memastikan kebutuhan gizi ibu menyusui tercukupi agar produksi ASI tetap optimal.
Manfaat ASI bagi Bayi dan Ibu
Pemberian ASI secara eksklusif memberikan berbagai manfaat, baik bagi bayi maupun ibu, di antaranya:
- Menyediakan nutrisi lengkap sesuai kebutuhan bayi.
- Melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi.
- Mendukung perkembangan otak dan kesehatan mata.
- Menurunkan risiko penyakit tidak menular saat dewasa, seperti obesitas dan diabetes.
- Meningkatkan kesehatan ibu setelah melahirkan.
- Memperkuat ikatan emosional (bonding) antara ibu dan bayi.
Risiko Bayi Tidak Mendapatkan ASI
Bayi yang tidak memperoleh ASI memiliki risiko lebih tinggi mengalami berbagai masalah kesehatan, seperti:
- Lebih mudah terserang penyakit infeksi.
- Mengalami masalah gizi atau kekurangan nutrisi.
- Lebih rentan mengalami alergi dan intoleransi terhadap susu formula tertentu.
- Memiliki risiko lebih besar mengalami penyakit kronis, seperti obesitas dan diabetes, saat dewasa.
Karena itu, para orang tua dianjurkan memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi, kemudian melanjutkannya hingga usia dua tahun atau lebih dengan didampingi pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) yang sesuai usia. Langkah ini merupakan salah satu cara terbaik untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan anak sejak dini.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)