"Anak kecil yang terlalu sering mengonsumsi gula tambahan rentan mengalami fluktuasi energi dan emosi yang membuat mereka lebih mudah reaktif, sulit fokus, dan rentan tantrum," tulis Syifa.
Ia juga menyoroti keputusan Jennifer yang tetap menghindari penggunaan gula tambahan saat membuat kue ulang tahun pertama Kamari.
Menurut Syifa, kebiasaan tersebut dapat membantu anak mengembangkan kemampuan regulasi emosi, fokus, serta perkembangan kognitif yang lebih optimal pada masa pertumbuhan.
Selain membatasi gula tambahan, Kamari juga disebut lebih banyak mengonsumsi real food atau makanan utuh dibandingkan makanan instan dan makanan olahan tinggi natrium.
Syifa menjelaskan bahwa pola makan berbasis makanan utuh dapat mendukung kesehatan mikrobioma usus yang memiliki hubungan erat dengan fungsi otak dan perilaku anak.