Lakukan Empat Tips Ini untuk Turunkan Tekanan Darah

Niko Prayoga , Jurnalis
Rabu 10 Juni 2026 12:00 WIB
Ilustrasi tekanan darah tinggi. (Foto: dok Freepik)
Share :

JAKARTA - Darah tinggi saat ini bukanlah penyakit yang hanya diderita oleh orang dengan usia yang cukup tua, namun juga banyak diderita oleh orang yang masih berada di usia muda.

Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan, Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat prevalensi hipertensi berdasarkan hasil pengukuran tensimeter sebesar 10,7 persen pada kelompok usia 18–24 tahun dan 17,4 persen pada kelompok 25–34 tahun. 

Kondisi tersebut cukup menjadi sorotan mengingat penyakit darah tinggi sendiri cenderung muncul tanpa gejala namun bisa mengakibatkan berbagai penyakit lainnya. 

Meski demikian, belum ada kata terlambat jika seseorang melakukan berbagai upaya guna mengontrol tekanan darah dan mencegah terjadinya darah tinggi atau tidak mengkonsumsi obat penurun darah. 

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Hamidah dalam unggahan video di channel YouTube influencer kesehatan reproduksi pria sekaligus Dokter Spesialis Andrologi, Jefry Tribowo, mengatakan, ada beberapa tips yang bisa dilakukan guna menurunkan darah tinggi.

Tips yang pertama adalah dengan melakukan olahraga aerobik. Olahraga aerobik merupakan salah satu olahraga yang sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung. Dalam kasus penyakit darah tinggi, olahraga aerobik bisa mempertahankan elastisitas dinding pembuluh darah sehingga bisa mencegah terjadinya darah tinggi. 

“Contohnya seperti jalan cepat, bersepeda, dan ini dilakukan tiga sampai lima kali seminggu, 150 menit mungkin per minggu. Yang paling bagus yaitu jalan cepat atau mungkin ya jogging,” kata dr. Hamidah, dikutip Selasa (9/6/2026).

Kemudian tips yang kedua adalah membatasi konsumsi garam. Ia menjelaskan bahwa garam memiliki sifat menyerap atau menahan air, sehingga jika mengkonsumsi garam maka volume air dalam tubuh juga meningkat termasuk dalam pembuluh darah. 

Maka dari itu, konsumsi garam perlu diperhatikan agar penyakit darah tinggi bisa dicegah. Namun, adakalanya seseorang masih sering mengalami darah tinggi meski telah mengurangi konsumsi garam. 

Menurutnya, hal itu dikarenakan konsumsi garam dari makanan secara tidak sadar. Seperti gorengan, makanan instan, makanan kemasan dan cepat saji yang sudah tentu mengandung garam didalamnya. 

“Nah ini kadang-kadang masyarakat itu menganggap bahwa saya sudah tidak makan yang asin-asin dok, tapi kok tekanan darah saya masih tinggi gitu ya. Jadi perlu dipahami bahwa makanan-makanan seperti makanan gorengan, makanan instan, makanan kemasan yang cepat saji, itu pasti ada kandungan garam, ya mungkin gak kita kepikiran ya untuk mengkonsumsinya,” ucapnya.

Meski demikian, dr. Hamidah menyebut bahwa orang yang memiliki penyakit darah tinggi masih tetap diperbolehkan untuk mengkonsumsi garam. Tetapi dengan batasan tertentu kurang lebih lima gram per hari atau setara dengan satu sendok teh. 

Selain itu, cara lainnya yang bisa dilakukan untuk menurunkan darah tinggi adalah dengan cara mengelola stres yang dialami. Ia menuturkan bahwa stres bisa mempengaruhi hormon dalam tubuh sehingga menyebabkan tekanan darah. 

“Ada beberapa macam buat mengelola stres ya, salah satunya misalnya dengan melakukan aktivitas yang santai, melakukan hobi yang mungkin disukai, atau mungkin melalui meditasi, ibadah, atau mungkin dengan cara ya, mungkin jalan atau menyukai hobi dengan teman-teman,” tutur dr. Hamidah.

Kemudian tips terakhir untuk menurunkan darah tinggi adalah dengan istirahat atau tidur yang cukup. Tidur yang cukup menjadi salah satu cara menurunkan tekanan darah. Idealnya, orang dewasa harus mempunyai jam tidur sebanyak tujuh sampai sembilan jam per hari agar tidur tersebut berkualitas. 

“Benar, kalau misalnya kita stres, ditambah dengan kurang tidur dan juga pola hidup yang tidak sehat, dapat meningkatkan tekanan darah,” tuturnya.

Saat jam tidur yang dimiliki seseorang terpenuhi dan berkualitas, di saat itulah jantung yang memompa darah ke pembuluh darah juga beristirahat, sehingga tekanan darah bisa menurun. 

“Kalau mungkin kisaran orang dewasa, yaitu tujuh sampai sembilan jam per hari. Ibaratnya dengan kita tidur atau istirahat pada malam hari, itu memberikan kesempatan buat jantung, buat pembuluh darah juga beristirahat,” ucapnya.

(Agustina Wulandari )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya