Meski demikian, Dr. JoAnn Manson menilai penelitian dengan hasil negatif tersebut memiliki skala yang lebih kecil dibandingkan banyak uji klinis dan meta-analisis yang menunjukkan hasil positif.
Hingga saat ini, para peneliti masih belum dapat memastikan apakah konsumsi bawang putih atau suplemennya mampu mencegah serangan jantung, stroke, maupun penyakit kronis lainnya secara langsung.
“Meskipun demikian, masih belum jelas apakah suplemen bawang putih dapat mencegah serangan jantung, stroke, atau penyakit kronis lainnya seperti kanker. Kita membutuhkan studi jangka panjang untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut,” kata Dr. JoAnn Manson.
Dengan kata lain, bawang putih berpotensi membantu memperbaiki beberapa faktor risiko penyakit jantung, tetapi bukan pengganti pola hidup sehat, pengobatan medis, maupun anjuran dokter. Menjaga pola makan seimbang, rutin berolahraga, dan mengontrol faktor risiko lainnya tetap menjadi langkah utama untuk menjaga kesehatan jantung.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)