“Sulit juga untuk memastikan apakah suplemen tersebut yang bertanggung jawab atas peningkatan kesehatan peserta, atau apakah itu faktor lain seperti diet, gaya hidup, atau genetika mereka,” kata Dr. Linda Van Horn.
Selain itu, sebagian penelitian mengenai suplemen bawang putih mendapatkan dukungan pendanaan dari industri, sehingga hasilnya perlu ditafsirkan secara hati-hati.
Meski banyak studi menemukan manfaat bawang putih untuk kesehatan jantung, tidak semua penelitian menghasilkan kesimpulan yang sama.
Beberapa penelitian gagal menunjukkan efek signifikan terhadap penurunan kolesterol maupun kadar lemak darah. Salah satunya adalah penelitian pada 2007 yang tidak menemukan pengaruh berarti dari bawang putih mentah maupun beberapa jenis suplemennya terhadap kadar kolesterol LDL pada sekitar 200 peserta dengan kolesterol sedikit meningkat.
Penelitian lain pada 2004 juga tidak menemukan manfaat signifikan bubuk bawang putih kering dalam menurunkan kadar lipid maupun kolesterol pada 75 orang dewasa sehat usia paruh baya.