JAKARTA - Gangguan irama jantung atau aritmia adalah salah satu kondisi yang perlu diwaspadai masyarakat karena dapat memicu komplikasi serius seperti stroke. Salah satu jenis aritmia yang paling sering terjadi adalah fibrilasi atrium (AF).
Ahli kardiologi dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP mengungkapkan, jumlah penderita fibrilasi atrium di Indonesia tergolong besar. Bahkan berdasarkan penelitian menggunakan gadget seperti smartwatch di sejumlah kota besar, angka AF di Indonesia mencapai sekitar 3,2 persen.
Itu artinya jika dihitung dari total populasi masyarakat Indonesia, ada 7 juta lebih orang yang mengalami AF.
“Kalau dihitung dengan jumlah populasi Indonesia pada 2023, berarti lebih dari 7 juta orang mengalami fibrilasi atrium. Ini jumlah yang sangat besar,” ujar dr. Yoga saat press conference Let's Check the Beat di Siloam Hospitals TB Simatupang, Kamis (5/3/2026).
Fibrilasi atrium berbahaya karena dapat memicu terbentuknya gumpalan darah di serambi kiri jantung. Jika gumpalan tersebut lepas dan menyumbat pembuluh darah di otak, maka dapat menyebabkan stroke.