JAKARTA - Bawang putih telah lama dikenal sebagai salah satu bahan alami yang dipercaya memiliki beragam manfaat kesehatan, termasuk untuk menjaga kesehatan jantung. Sejak zaman dahulu, bawang putih digunakan dalam berbagai budaya sebagai pengobatan tradisional untuk membantu mencegah infeksi, meningkatkan stamina, hingga menjaga kesehatan pembuluh darah. Namun, benarkah bawang putih mampu memberikan manfaat bagi jantung?
Saat ini, berbagai suplemen bawang putih banyak dipasarkan dengan klaim dapat membantu menurunkan tekanan darah, mengendalikan kadar kolesterol, hingga menghambat penumpukan plak pada pembuluh darah. Sejumlah penelitian memang menunjukkan adanya potensi manfaat tersebut, meski hasilnya masih perlu dipahami secara lebih mendalam.
“Ada banyak sekali penelitian” yang menunjukkan bahwa suplemen bawang putih mungkin memberikan manfaat kardiovaskular, kata Dr. Donald D. Hensrud, seorang dokter dan profesor madya nutrisi dan kedokteran pencegahan di Mayo Clinic. Namun, menurutnya, kualitas penelitian yang ada cukup beragam dan manfaatnya belum tentu dirasakan oleh semua orang.
Melansir New York Times, sejumlah meta-analisis yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir menemukan bahwa konsumsi bawang putih, baik dalam bentuk makanan maupun suplemen, berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan jantung. Manfaat tersebut terutama terlihat pada individu yang memiliki tekanan darah atau kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) yang sedikit lebih tinggi dari normal.
Salah satu meta-analisis yang diterbitkan pada Januari lalu meninjau data dari 108 uji klinis terkontrol yang melibatkan lebih dari 7.000 orang dewasa. Hasilnya menunjukkan bahwa konsumsi bawang putih mentah, matang, maupun suplemen dapat membantu memperbaiki beberapa faktor risiko penyakit kardiovaskular, seperti kadar kolesterol LDL, trigliserida, dan tekanan darah, khususnya pada kelompok yang memiliki risiko penyakit jantung lebih tinggi.