NYERI saat menstruasi sering dianggap hal yang wajar oleh banyak perempuan. Namun, jika rasa sakit yang dialami sudah sangat hebat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi ini perlu diwaspadai karena bisa menjadi tanda endometriosis.
Karena itu, penting mengetahui serba-serbi soal endometriosis. Dengan begitu, kamu bisa terhindar dari sakit yang satu ini.
Dilansir dari laman resmi WHO, endometriosis adalah penyakit kronis yang terjadi ketika jaringan mirip lapisan rahim tumbuh di luar rahim. Kondisi ini dapat menyebabkan peradangan, nyeri berkepanjangan, hingga gangguan kesuburan.
Sayangnya, banyak kasus endometriosis tidak terdiagnosis sejak awal. Penyebabnya, gejala sering dianggap sebagai nyeri haid biasa.
Nyeri haid normal biasanya masih dapat ditoleransi dan tidak mengganggu aktivitas harian. Namun, pada endometriosis, nyeri yang muncul cenderung lebih berat, berlangsung lama, dan bahkan tidak membaik meski sudah mengonsumsi obat pereda nyeri.
Ada sejumlah tanda yang perlu diwaspadai dari endometriosis. Pertama, nyeri haid sangat hebat hingga sulit beraktivitas.
Lalu, nyeri panggul yang terjadi bahkan di luar masa menstruasi. Perdarahan menstruasi yang berlebihan juga bisa terjadi. Kemudian, ada rasa sakit saat buang air besar atau buang air kecil saat menstruasi hingga nyeri saat berhubungan intim
Selain nyeri, endometriosis juga dapat berdampak pada kualitas hidup penderitanya. Banyak perempuan mengalami kelelahan, gangguan emosi, hingga penurunan produktivitas akibat rasa sakit yang terus berulang. Dalam beberapa kasus, kondisi ini juga dapat menyebabkan infertilitas atau kesulitan untuk hamil.
Karena gejalanya yang kompleks, endometriosis sering terlambat terdiagnosis. Bahkan, penyakit satu ini bisa memakan waktu bertahun-tahun sebelum pasien mendapatkan penanganan yang tepat.