Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Serangan Jantung dan Hipertensi yang Jadi Penyebab Meninggalnya Temon

Djanti Virantika , Jurnalis-Minggu, 12 Juli 2026 |14:07 WIB
Mengenal Serangan Jantung dan Hipertensi yang Jadi Penyebab Meninggalnya Temon
Temon meninggal dunia. (Foto: Instagram/@abdelachrian)
A
A
A

KABAR duka datang dari dunia hiburan Tanah Air. Komedian Simson Rarameha atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Temon, dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (12/7/2026) di usia 59 tahun.

Temon disebut meninggal dunia akibat serangan jantung. Pihak manajemen juga mengungkapkan bahwa sang komedian memiliki riwayat tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Temon Meninggal Dunia, Cing Abdel hingga Aldi Taher Merasa Terpukul

1. Temon Meninggal Dunia

Kabar kepergian Temon disampaikan oleh sahabat sekaligus partner komedinya, Abdel Achrian, melalui unggahan di media sosial. Dalam unggahan tersebut, Abdel membagikan foto kebersamaan mereka dan menyampaikan ungkapan duka serta doa untuk mendiang Temon.

Ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari artis, komedian, hingga kreator konten. Mereka mengenang Temon sebagai sosok yang memiliki kontribusi besar dalam dunia komedi Indonesia.

Di balik kabar duka tersebut, serangan jantung dan hipertensi menjadi dua kondisi kesehatan yang perlu mendapat perhatian. Keduanya merupakan masalah kesehatan yang dapat saling berkaitan dan meningkatkan risiko gangguan pada jantung.

2. Apa Itu Serangan Jantung?

Serangan jantung atau infark miokard terjadi ketika aliran darah menuju otot jantung mengalami penyumbatan. Kondisi ini membuat jaringan otot jantung kekurangan oksigen sehingga dapat mengalami kerusakan.

Penyebab paling umum serangan jantung adalah penumpukan plak lemak di pembuluh darah koroner atau aterosklerosis. Ketika plak tersebut pecah dan membentuk gumpalan darah, aliran darah ke jantung dapat terhambat.

Beberapa gejala serangan jantung yang perlu diwaspadai antara lain nyeri atau rasa tertekan di dada, nyeri yang menjalar ke lengan, bahu, leher, rahang, atau punggung, hingga sesak napas. Ada juga gejala lainnya seperti keringat dingin, mual atau pusing, hingga tubuh terasa sangat lemas.

Namun, gejala serangan jantung tidak selalu sama pada setiap orang. Pada sebagian orang, terutama kelompok tertentu, gejalanya bisa muncul lebih ringan atau tidak khas.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement