JAKARTA – Kista ovarium menjadi salah satu masalah kesehatan reproduksi yang cukup sering dialami perempuan. Meski kerap menimbulkan kekhawatiran karena dikaitkan dengan operasi hingga risiko kanker, nyatanya tidak semua kista ovarium bersifat berbahaya atau membutuhkan tindakan pembedahan.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Aditya Surya Pratama, menjelaskan bahwa sebagian besar kista ovarium justru dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, ada beberapa kondisi yang harus diwaspadai karena berisiko menimbulkan komplikasi serius.
"Nggak semua kista ovarium itu berbahaya dan nggak semua itu harus dioperasi. Tapi memang ada kista yang cukup dipantau, ada juga yang justru nggak boleh disepelekan," kata dr. Aditya dalam unggahan video di akun Instagram-nya.
Menurut dr. Aditya, jenis kista yang umumnya tergolong aman adalah kista fungsional, seperti kista folikel dan kista korpus luteum. Kista ini terbentuk sebagai bagian dari siklus menstruasi normal akibat proses ovulasi sehingga umumnya bersifat sementara dan bukan kanker.
Melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG), kista fungsional biasanya tampak berukuran kecil, hanya berisi cairan, berdinding tipis, dan memiliki permukaan yang halus. Pada banyak kasus, kista jenis ini dapat mengecil bahkan hilang dengan sendirinya tanpa memerlukan pengobatan khusus.
"Yang biasanya lebih aman itu adalah kista fungsional, misalnya kista folikel atau kista korpus luteum. Dia muncul karena proses ovulasi, sehingga sering kali sifatnya sementara. Biasanya ukurannya kecil, isinya cairan, dindingnya tipis, dan pada banyak kasus bisa hilang sendiri dalam beberapa siklus haid. Kalau pasien tidak mengalami nyeri berat, tidak ada perdarahan, dan gambaran USG-nya sederhana, dokter biasanya memilih observasi terlebih dahulu sambil kontrol ulang," jelasnya.