Nadia juga mengingatkan bahwa konsumsi rokok, baik konvensional maupun elektronik, tetap berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit serius seperti kanker, penyakit jantung, dan stroke.
Menurutnya, penggunaan vape yang kini populer di kalangan anak muda juga perlu mendapat perhatian karena masih banyak yang menganggap rokok elektronik lebih aman dibanding rokok biasa.
“Banyak generasi muda menganggap vape itu tren dan dinilai lebih aman dibanding rokok konvensional. Padahal anggapan itu tidak benar,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah khawatir tingginya angka kecanduan rokok dan penyalahgunaan zat pada generasi muda dapat berdampak pada kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.
Karena itu, Kemenkes mendukung langkah penindakan terhadap peredaran narkotika dan penyalahgunaan zat berbahaya, termasuk yang ditemukan dalam rokok elektronik.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)