Peran Besar Perempuan dalam Keluarga Jadi Sorotan di Era Digital

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis
Minggu 10 Mei 2026 15:50 WIB
Peran Besar Perempuan dalam Keluarga Jadi Sorotan di Era Digital (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA – Perempuan dinilai memegang peranan penting dalam menjaga ketahanan keluarga di tengah derasnya perkembangan teknologi dan dunia digital. Mulai dari mendidik anak, menjaga kesehatan keluarga, hingga menopang ekonomi rumah tangga, peran perempuan kini semakin besar sekaligus penuh tantangan.

Hal itu menjadi sorotan dalam Rapat Kerja Nasional Aliansi Perempuan Peduli Indonesia (Alppind) yang digelar di Jakarta, Jumat (8/5/2026). Forum tersebut mengangkat tema penguatan peran perempuan dalam membangun ketahanan keluarga dan bangsa di era digital.

Ketua Umum Alppind, DR. (HC) Atifah Hasan, Lc., mengatakan perempuan merupakan tiang utama dalam membangun keluarga yang kuat dan sehat. Menurutnya, tantangan era digital membuat perempuan perlu terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu menghadapi berbagai persoalan sosial maupun ancaman dari dunia maya.

“Perempuan memiliki peran penting dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, mental, dan ancaman digital sehingga perlu terus diperkuat sebagai tiang peradaban bangsa,” ujarnya.

Ia menilai perempuan saat ini tidak hanya berperan sebagai pengasuh anak, tetapi juga menjadi penjaga kualitas pendidikan, kesehatan, hingga pembentukan karakter keluarga di tengah arus informasi yang semakin terbuka.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Choiri Fauzi, yang hadir sebagai keynote speaker menegaskan perempuan memiliki kontribusi besar dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.

“Perempuan berperan besar dalam menjaga kesehatan keluarga, pendidikan anak, hingga menopang perekonomian keluarga,” katanya.

Tantangan Perempuan Masa Kini

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), hampir separuh penduduk Indonesia merupakan perempuan. Karena itu, peningkatan kapasitas perempuan dinilai penting agar keluarga mampu menghadapi tantangan zaman, termasuk penggunaan media sosial dan teknologi digital.

Di era digital saat ini, para ibu juga menghadapi tantangan baru dalam mendampingi anak-anak agar tidak terpapar konten negatif maupun kekerasan di dunia maya. Literasi digital pun dinilai menjadi kebutuhan penting bagi perempuan sebagai pendidik utama di lingkungan keluarga.

Menteri PPPA mengingatkan penggunaan media sosial yang tidak bijak dapat memicu berbagai persoalan, termasuk kekerasan terhadap perempuan dan anak. Berdasarkan data tahun 2025, tercatat lebih dari 35 ribu kasus kekerasan, dengan mayoritas korban merupakan perempuan dan anak.

“Keluarga dan masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dalam menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan produktif bagi anak serta perempuan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Presidium Badan Musyawarah Islam Wanita Indonesia, Iin Kendedes, mengatakan keluarga yang kuat lahir dari perempuan yang tangguh dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Keluarga tangguh muncul dari wanita yang tangguh sebagai pendidik anak untuk kemajuan bangsa,” katanya.

Rakernas Alppind juga menjadi ajang konsolidasi organisasi perempuan dari berbagai daerah untuk menyusun program pemberdayaan perempuan di tengah transformasi digital yang terus berkembang.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya